Undana

Undana Gelar PKM di Fatumonas, Amfoang Tengah

PKM ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, pentingnya memberikan nutrisi yang cukup kepada ibu dan anak pada usia dini

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Undana menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) di Dusun Fatululat, Desa Fatumonas, Kecamatan Amfoang Tengah, Kabupaten Kupang 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM, KUPANG --Universitas Nusa Cendana (Undana)  menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) di Dusun Fatululat, Desa Fatumonas, Kecamatan Amfoang Tengah, Kabupaten Kupang.

Kegiatan ini mengambil tema  “Penanganan Masalah Stunting Melalui Pengolahan Pangan Lokal Bernutrisi”. 

PKM ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, pentingnya memberikan nutrisi yang cukup kepada ibu dan anak pada usia dini untuk mencegah terjadinya stunting serta memberikan pengalaman dan sebagai media pembelajaran bagi mahasiswa.
 

Tim Pengabdian dikoordinir  oleh Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si dengan anggota yang terdiri dari Ir. Grace Maranatha, M.Si; Dr. Magdarita Riwu, S.Farm.,M.Farm.,Apt;Sandra Clarissa Umbu Datta, S.I.Kom.,M.I.Kom; dan diikuti oleh beberapa  mahasiswa yaitu Emanuel Alfason, Roni R.R. Renggi, Elisabet Terru Leo, Florante M. Nenga, Maria M. Lis Sinarti, dan Elviani Adelia Detha. 

Kegiatan PKM ini diawali dengan pembukaan oleh ketua LP2M yang diwakilkan oleh Koordinator Pusat Studi HAM, Gender, Anak dan Kependudukan yaitu Dr. Detji K.E.R Nuban. S.H., M.Hum.

 Selanjutnya diikuti dengan pemaparan materi oleh ketiga pemateri yaitu Ir. Grace Maranatha, M.Si dengan tema Nutrisi Protein Hewani Bagi Tubuh, Dr. Magdarita Riwu, S.Farm.,M.Farm.,Apt dengan tema Dampak Buruk Kekurangan Nutrisi bagi Balita, dan Sandra Clarissa Umbu Datta, S.I.Kom.,M.I.Kom dengan tema Peran Perempuan dalam Memenuhi Nutrisi Keluarga.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi di seribu hari anak. Kondisi ini berefek jangka panjang hingga anak dewasa dan lanjut usia.

Kekurangan gizi sejak dalam kandungan mengakibatkan pertumbuhan otak dan organ lain terganggu, yang mengakibatkan anak lebih berisiko terkena diabetes, hipertensi, dan gangguan jantung.

 Pertumbuhan otak yang tak maksimal juga menyulitkan anak bertanggung jawab atas hidupnya sendiri kelak.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved