Berita Sikka Hari Ini

Pria di Sikka Dibacok Hingga Terjun ke Jurang

Saya lihat kentara memang, pas Oma belum selesai omong dia langsung bacok. Saya takut langsung kabur sambil menangis

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/NOFRI FUKA
Korban penganiayaan berat, Markus Moa (60) dan Istrinya, Maria Bunga Sengsara (47) memberikan keterangan didepan halaman Puskesmas Nita, Desa Nita, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Rabu 15 Juni 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Nofri Fuka

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Pria asal Detunglikong, Desa Nirangkliung, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Markus Moa (60) menjadi korban tindak penganiayaan berat oleh H pada Rabu 15 Juni 2022 sekitar pukul 15.30 Wita.

Markus diserang dan dikejar pelaku, korban terpaksa terjun ke dalam jurang sedalam 100 meter lebih. 

Awalnya penyerangan oleh H terhadap Markus Moa, saat korban kembali ke rumah dari kebunnya bersama dengan 3 orang lainnya. 

Markus Moa mengaku usai dibacok 2 kali menggunakan sebilah sajam, pelaku ngotot mengejar dirinya dan ketiga orang lainnya. 

Baca juga: SMPK Adisucipto Penfui Luluskan 120 Peserta Didik

"Habis potong sempat ia teriak dan kejar saya lagi dan anak-anak saya," ungkapnya. 

Dikarenakan mendapatkan penyerangan bertubi-tubi dan dikejar, Markus Moa terpaksa terjun ke dalam jurang sedalam 100 meter lebih. 

"Saya karena mau selamatkan diri lompat kedalam jurang, pake guling. Kaki saya juga sempat luka saat terjun ke jurang dan tadi sudah mendapatkan perawatan dari pihak Puskesmas Nita," ungkapnya. 

Istri korban, Maria Bunga Sengsara (47) menjelaskan kejadian ini terjadi secara tiba-tiba tanpa ada penyebab yang jelas. 

Baca juga: Lantamal VII Kupang Serahkan 1.950 Liter Minuman Keras ke Odmil III -14 Kupang

"Kami selama ini baik-baik saja di kampung. Tidak ada masalah dengan dia atau orang-orang di kampung. Suami saya juga tidak pernah buat masalah dengan dia," ujarnya. 

Oleh karena itu, Maria meminta agar pelaku segera ditahan dan diproses setimpal dengan perbuatannya. 

"Sebab, tadi dia ancam mau kasih mati suami saya, juga ancam anak-anak saya. Jadi, saya sebagai keluarga korban minta supaya polisi tangkap dan adili korban. Dan kami harus tau itu," tegasnya. 

Sedangkan, salah satu saksi, Idolfonsus Sandi (15) memceritakan, ketika melihat pelaku membacok korban ia bersama 2 orang lainnya berlari. 

Baca juga: Lima Atlet PASI NTT Akan Ikut Lomba Lari Indonesia Internasional Marathon di Bali

"Saya lihat kentara memang, pas Oma belum selesai omong dia langsung bacok. Saya takut langsung kabur sambil menangis," pungkasnya. 

Lanjutnya, pelaku sempat mengejar dirinya dan dua orang lainnya dan berikan nada ancaman. 

"Ia sempat kejar dan ancam kami, makanya saya lari keliling gunung hingga sampai kampung," tutupnya. (*)

Berita Sikka Hari Ini 

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved