Berita Timor Tengah Utara Hari Ini

Nutrition International Gelar Pertemuan Orientasi Pembentukan Gerakan SUN di  TTU

penurunan angka stunting perlu mendapat intervensi dari organisasi masyarakat dan keterlibatan semua pihak

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/DIONISUS REBON
POSE BERSAMA - Wakil Bupati TTU, Drs. Eusabius Binsasi beserta pelaksana kegiatan dan para peserta kegiatan pose bersama, Selasa, 14 Juni 2022 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Nutrition International menggelar kegiatan pertemuan orientasi pembentukan gerakan SUN (Scaling Up Nutrition) dan peningkatan kapasitas gizi dan 1000 HPK di Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi NTT.

Pertemuan yang berlangsung di Hotel Victory II, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi NTT, Selasa, 14 Juni 2022 ini dilaksanakan berkat kerja sama Nutrition International, Save The Children dan Pemerintah Kabupaten TTU.

Pertemuan  yang diadakan selama dua hari ini dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati TTU, Drs. Eusabius Binsasi.

Turut ambil bagian dalam kesempatan ini, Kepala Bapelitbangda Kabupaten TTU, Salvatore Lake, PLT Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTU, Robertus Tjeunfin, Para Pendeta di Kabupaten TTU, Para Pastor, Pemuda Gereja, Orang Muda Katolik, Para Imam Masjid, LSM, Pemuda Masjid, dan para pemangku kepentingan.

Dalam sambutannya, DCOP (Deputy Chief of Party), Donatus Kladius Marut mengatakan, penanganan stunting harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat sipil dan para pemangku kepentingan.

Baca juga: Pemda TTU Bangun Terobosan Baru Tangani Stunting

Ia berharap pertemuan pada kesempatan itu, sebagai momentum terpenting untuk menggalakkan seluruh potensi yang ada agar bersama-sama terlibat dalam upaya peningkatan gizi masyarakat terutama dalam penurunan stunting.

Bagi Donatus, angka stunting di Kabupaten TTU beberapa waktu terakhir telah mengalami penurunan.

Meskipun demikian tidak boleh ada rasa puas terhadap hal ini.

Ia menuturkan, penurunan angka stunting perlu mendapat intervensi dari organisasi masyarakat dan keterlibatan semua pihak.

"Kita semua memiliki tanggung jawab untuk mencegah dan mengatasi stunting. Kita juga turut membantu jangan sampai ada anggota Gereja atau Masjid kita itu mengalami stunting," ujarnya Donatus.

Baca juga: Cegah Penyakit Hepatitis Misterius, Pemda TTU Segera Keluarkan Surat Himbauan

Sementara itu, Wakil Bupati TTU, Drs.  Eusabius Binsasi dalam sambutannya berharap dengan kehadiran peserta kegiatan didasari semangat agar Kabupaten TTU dapat keluar dari permasalahan stunting atau Kabupaten TTU dengan predikat zero stunting. 

"Semangat itu tentu dapat dilihat dari data pendukung yang disiapkan dan keaktifan dalam diskusi atau forum evaluasi ini. Karena kegiatan ini sesungguhnya bukanlah formalitas untuk menghabiskan anggaran yang tersedia namun sekali lagi kegiatan ini harus benar-benar berdampak pada penurunan angka stunting di Kabupaten TTU," ungkapnya.

Ia menerangkan, dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 Tahun 2019, pemerintah menekankan layanan yang menjadi perhatian  yakni pelayanan kesehatan ibu hamil, ibu bersalin, bayi baru lahir, balita, usia pendidikan dasar, usia produktif, usia lanjut, penderita hipertensi, penderita diabetes melitus, orang dengan gangguan jiwa berat, orang terduga tuberkulosis, dan orang dengan resiko terinfeksi HIV. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved