Perang Rusia Ukraina

Hari Ke-100 Invasi, Rusia Belum Rebut Kiev, Berbalik Ukraina Rebut Kembali 20 % Kota Sievierodonetsk

Pasukan Rusia sudah 100 hari menginvasi Ukraina. Dan, selama itu juga tentara Vladimir Putin belum berhasil menguasi Ukraina

Editor: Alfred Dama
REUTERS/Alexander Ermochenko.
Pasukan pro-Rusia menembak dari sebuah tank selama pertempuran dalam konflik Ukraina dan Rusia di dekat pabrik baja Azovstal di kota pelabuhan selatan Mariupol, Ukraina, 5 Mei 2022. 

POS KUPANG.COM -- Pasukan Rusia sudah 100 hari menginvasi Ukraina. Dan, selama itu juga tentara Vladimir Putin belum berhasil menguasi Ukraina

Bahkan , perlawanan sengit masih terus dilakukan Ukraina bahkan sedikit demi sedikit Ukraina sudah menguasi kembali wilayah yang pernah direbut Ukraina

Kini Ukraina merebut kembali sebagian dari pusat industri Sievierodonetsk dalam pertempuran pada Jumat (3/6) untuk menghalangi upaya Rusia merebut kota itu.

Sergiy Gaidai, Gubernur Luhansk, mengatakan kepada televisi nasional, pasukan Ukraina telah merebut kembali 20 % wilayah Sievierodonetsk yang dikuasai Rusia.

"Tidak realistis kota itu akan jatuh dalam dua minggu ke depan meskipun bala bantuan Rusia dikerahkan," tegasnya, Jumat (3/6), seperti dikutip Reuters.

Baca juga: Rusia Gagal Rebut Kota Severodonetsk dari Ukraina

"Begitu kami memiliki cukup senjata jarak jauh dari Barat, kami akan mendorong artileri mereka menjauh dari posisi kami. Dan kemudian, percayalah, infanteri Rusia, mereka akan lari," kata Gaidai.

Reuters tidak bisa segera memverifikasi klaim tentang kemajuan pasukan Ukraina tersebut.

Invasi Rusia di Ukraina memasuki hari ke-100 pada Jumat (3/6). Ribuan orang tewas, jutaan orang mengungsi, dan ekonomi global terganggu sejak pasukan Rusia menyerang.

Ukraina akan mengandalkan sistem rudal canggih yang baru-baru ini Amerika Serikat dan Inggris janjikan untuk memperkuat pasukan mereka, dan telah mulai melatih menggunakan persenjataan itu.

Baca juga: Pasukan Ukraina Pukul Mundur Rusia di Sievierodonetsk, Gubernur Luhansk: Rusia Menderita Kekalahan

Sementara perlawanan Ukraina telah memaksa Rusia mempersempit tujuannya menjadi hanya menaklukkan wilayah Donbas, para pejabat Ukraina menyatakan, Moskow tetap berniat untuk menaklukkan seluruh negeri.

"Tujuan utama Putin adalah menghancurkan Ukraina. Dia tidak mundur dari tujuannya, meskipun faktanya Ukraina memenangkan tahap pertama perang skala penuh ini," kata Wakil Menteri Pertahanan Ukraina Hanna Malyar, seperti dilansir Reuters.

Rusia telah mengerahkan pasukan dan material untuk pertempuran di Sievierodonetsk, yang harus mereka kuasai untuk merebut seluruh Luhansk, salah satu dari dua provinsi di wilayah Donbas

Baca juga: Beberapa Ledakan Guncang Ibu Kota Ukraina, Kyiv, Kata Walikota Vitali Klitschko

Prancis: Putin Membuat Kesalahan Bersejarah dan Mendasar dengan Invasi Ukraina

Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan kesalahan bersejarah dan mendasar dengan menginvasi Ukraina, dan Rusia sekarang terisolasi, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan pada Jumat (3/6).

Halaman
12
Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved