Berita Sikka Hari Ini

Tinggal di Rumah Reyot di Sikka, Tiga Perempuan Ini Dijanjikan Bantuan yang Belum Terealisasi

kesusahan hidup yang mereka alami ternyata terpantau oleh beberapa orang yang beritikad baik, membantu mereka. 

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/NOFRI FUKA
Tiga Perempuan tua, Bernadeta (71), Agnes Soka (67) dan Maria Nona Nde'o (anak kandung dari Bernadetha), tinggal di rumah reyot di Dusun Maulo'o Timur, Desa Mbengu, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka. Gambar diabadikan, Sabtu 4 Juni 2022 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Nofri Fuka

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Sebuah rumah tua bantuan pemerintah pada puluhan tahun silam, tampak reot di kaki bukit, Dusun Maulo'o Timur, Desa Mbengu, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka. 

Rumah itu ditempati tiga  orang perempuan yang diantaranya, Bernadeta (71), Agnes Soka (67) dan Maria Nona Nde'o (anak kandung dari Bernadetha). 

Rumah itu terbilang tidak layak huni  karena sudah berlubang dan pada musim hujan tergenang air. Atapnya  juga sebagiannya sudah bocor bahkan ada yang terlepas sengnya. 

Baca juga: Ini Pesan Bupati Kupang Saat Pelantikan Pengurus Ikatan Keluarga Amfoang

Agnes Soka menceritakan, mereka sudah puluhan tahun mengungsi jika tibanya musim hujan. 

"Kami sudah biasa mengungsi karena kalau tidak kami bisa mati kalau rumah ini runtuh," ungkapnya. 

Menurut Agnes, Dikarenakan, tak ada uang yang cukup untuk memperbaiki rumah tersebut,  mereka harus mengungsi jika musim hujan tiba. 

"Kami juga tidak punya pekerjaan tetap, hanya bantu orang cuci pakaian, atau kerja kebunnya baru kasih uang, itupun tak cukup untuk makan sebulan," ujarnya. 

Baca juga: Jelang Pancawindu Unwira Kupang Adakan Lomba Tarik Tambang dan Balap Karung

Meskipun demikian, kesusahan hidup yang mereka alami ternyata terpantau oleh beberapa orang 

"Ada  yang datang foto rumah, minta kartu keluarga, bahkan datang dua tiga kali, terus bilang kita usahakan nanti kedepan bisa diberikan bantuan," ungkap Agnes. 

Agnes menuturkan, hingga kini mereka hanya seperti dulu. 

Agnes sangat mengharapkan bantuan, khususnya rumah layak huni, sebab mereka tak ada uang yang cukup untuk membangun rumah yang baru. 

"Kami tiga hanya minta bantuan kiranya buat kami rumah. Kami sudah tua, tidak banyak uang untuk bangun rumah," ungkap Agnes. 

Baca juga: Lakalantas di Noemuti TTU Satu Korban Meninggal Dunia

"Hampir tiap minggu ada yang datang, bahkan orang yang sama, hanya yah begitulah tak ada hasilnya," ujarnya. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved