Liga Champions

Jadi Pahlawan Saat Real Madrid Juara Liga Champions Suporter Atletico Madrid Marahi Thibaut Courtois

Jadi Pahlawan Saat Real Madrid Juara Liga Champions Suporter Atletico Madrid Marahi Thibaut Courtois

Editor: Kanis Jehola
Kompas.com/AFP-JAVIER SORIANO
Kiper Real Madrid Thibaut Courtois berselebrasi setelah pertandingan final Liga Champions UEFA antara Liverpool vs Real Madrid di Stade de France di Saint-Denis, Paris, pada 28 Mei 2022. Real Madrid memenangi pertandingan 1-0. 

POS-KUPANG.COM – Suporter Atletico Madrid marahi Thibaut Courtois karena menjadi pahlawan saat Real Madrid juara Liga Champions 2021-2022.

Thibaut Courtois harus menerima kenyataan dirinya dicoret dari daftar legenda Atletico Madrid. Bahkan, plakatnya di Estadio Wanda Metropolitano sudah dicabut.

Suporter Atletico Madrid melakukan hal tersebut sebagai pelampiasan kemarahan mereka terhadap Courtois. Sebab, kiper asal Belgia ini menjadi pahlawan saat Real Madrid juara Liga Champions 2021-22 usai menang 1-0 atas Liverpool, Sabtu (28/5/2022).

Maklum, Real Madrid dan Atletico tidak akur meski sama-sama berlabel klub ibu kota Spanyol. Tak heran jika tak ada satu pahlawan untuk dua klub rival sekota itu.

Courtois termasuk pemain yang merasakannya. Meski sempat menjadi bintang Atletico, kini dia tak lagi dianggap, bahkan dicap musuh oleh suporter Los Rojiblancos, julukan Atletico.

Alhasil, plakat namanya dihilangkan dari daftar legenda Atletico Madrid. Suporter yang melakukan tindakan tersebut tanpa bisa dicegah petinggi klub, termasuk sang presiden Enrique Cerezo.

Baca juga: Bawa Real Madrid Juara Liga Champions Thibaut Courtois Malah Dicopot dari Wanda Metropolitano

Beberapa jam setelah aksi tersebut, Courtois memberikan tanggapan. Dia hanya mengunggah foto dirinya yang dinobatkan sebagai man-of-the match final Liga Champions.

"Hala Madrid," tulis Courtois di Twitter, untuk melengkapi unggahan foto dirinya memegang trofi Liga Champions dan penghargaan MVP (pemain terbaik).

Courtois layak menyandang predikat pemain terbaik dalam laga final. Dia membuat sembilan penyelamatan gemilang sehingga gawang Real Madrid selamat dari gempuran para pemain Liverpool.

Sebelum pertandingan final melawan Liverpool, Courtois membuat pernyataan yang cukup kontroversial. Ini yang diduga memicu kemarahan Atletico.

"Sekarang saya di sisi yang bagus untuk sejarah," demikian pernyataan Courtois dalam jumpa pers.

Secara implisit, Courtois ingin mengatakan bahwa Real Madrid bisa mewujudkan mimpinya meraih gelar Liga Champions, setelah kegagalannya pada 2014. Ya, pada tahun tersebut (2014), Courtois membawa Atletico mencapai final Liga Champions.

Baca juga: Laga Final Liga Champions Liverpool Vs Real Madrid, Thibaut Courtois Siap Mainkan Peran Ganda

Sayang, mereka harus takluk secara dramatis dari Real Madrid pada laga final di Lisbon, Portugal. Kala itu, Atletico sudah di ambang juara karena unggul 1-0 hingga menit ke-90. Tetapi saat injury time, Sergio Ramos mencetak gol penyama yang membuat laga berlanjut ke extra time di mana Real Madrid bisa mencetak tiga gol dan menang 4-1.

Pernyataan Courtois sebelum final ini pun menjadi perhatian Wali Kota Madrid, Jose Luis Martinez-Almeida.

Sosok yang merupakan fans Atletico ini mengulang kembali apa yang dikatakan sang kiper.

"Di sisi sejarah yang bagus, kami juga yang menangis bersama anda di Lisbon," ujar Martinez-Almeida, merujuk final Liga Champions 2014. (Kompas.com/Aloysius Gonsaga AE)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hala Madrid! Cara Courtois Tanggapi Kemarahan Atletico ",

Berita Liga Champions Lainnya

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved