Laut China Selatan

Rudal Meluncur di Laut China Selatan, Boeing 777 Cathay Pacific Diperintahkan Segera Belok Kiri

Sebuah video telah muncul di media sosial yang dikatakan menunjukkan peluncuran rudal, mungkin dari kapal selam, terlihat dari Cathay Pacific

Editor: Agustinus Sape
TWITTER/CAPTAIN OVERNIGHT
Sebuah rudal jarak jauh sedang meluncur di udara, sebagaimana diabadikan seorang pilot pesawat Boeing 777 Cathay Pacific. 

Rudal Meluncur di Laut China Selatan, Boeing 777 Cathay Pacific Diperintahkan Segera Belok Kiri

POS-KUPANG.COM - Sebuah video telah muncul di media sosial yang dikatakan menunjukkan peluncuran rudal, mungkin dari kapal selam, seperti yang terlihat dari Cathay Pacific Boeing 777 yang terbang di atas Laut China Selatan.

Seorang pilot untuk maskapai penerbangan Allegiant Air yang berbasis di AS dan seorang veteran komunitas kapal selam Angkatan Laut AS, memposting video tersebut, terlihat di bawah, secara online pada hari Selasa 31 Mei 2022.

"Mereka berada di atas Laut China Selatan & mendapat panggilan sibuk di menit-menit terakhir dari ATC (air traffic control), "segera belok kiri 90 derajat!!, menurut salah satu Tweet yang menyertai video tersebut.

"A fellow Airline Pilot friend just sent me this from one of his colleagues at a foreign airline. They were over the South China Sea & were issued a last-minute hectic call from ATC: “turn left 90 degrees immediately!!” Chinese sea launched ballistic missile from a PLAN Submarine!" menurut Twitter Captain Overnight, yang diposting 25 Mei 2022 jam 4.43 pagi.

Saat ini, tidak jelas kapan atau di mana tepatnya video itu diambil, dan itu tidak dapat dengan cepat diverifikasi secara independen.

Tampaknya tidak ada Pemberitahuan untuk Penerbang (NOTAM) atau citra lain yang jelas mengenai peluncuran rudal atau roket baru-baru ini dalam bentuk apa pun di wilayah tersebut.

Komentar Pentagon

Terkait peluncuran rudal tersebut, Pentagon Amerika Serikat mengatakan, setiap rudal yang diluncurkan oleh Korea Utara menimbulkan kekhawatiran bagi Amerika Serikat, terlepas dari jenis rudal yang ditembakkan karena setiap peluncuran memberikan pengalaman belajar yang dapat membantu meningkatkan kemampuan rudal Korea Utara.

Juru bicara Departemen Pertahanan AS John Kirby (kanan)_01
Juru bicara Departemen Pertahanan AS John Kirby (kanan) terlihat menjawab pertanyaan dalam konferensi pers harian di Pentagon di Washington pada 27 Mei 2022 dalam gambar yang diambil dari situs web departemen.

Sekretaris Pers Departemen Pertahanan Amerika Serikat John Kirby juga menegaskan bahwa setiap rudal yang ditembakkan oleh Korea Utara melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.

"Masing-masing merupakan pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB yang ada. Masing-masing hanya meningkatkan ketegangan di semenanjung itu," kata Kirby Jumat 27 Mei 2022, ketika ditanya tentang uji coba rudal terbaru Korea Utara yang berlangsung awal pekan ini.

"Dan masing-masing. Tidak peduli jenis rudal apa atau tidak peduli seberapa jauh ia terbang atau tidak, tidak peduli apa lintasan atau metriknya, masing-masing, kami percaya, adalah pengalaman belajar bagi rezim di Pyongyang dan itu memprihatinkan," tambahnya.

Korea Utara menembakkan tiga rudal balistik pada hari Selasa 24 Mei 2022 (waktu Seoul), termasuk rudal balistik antarbenua (ICBM).

Peluncuran tersebut menandai yang ke-17 tahun ini. Korea Utara juga diyakini sedang mempersiapkan uji coba nuklir, yang, jika dilakukan, akan menandai yang pertama dari jenisnya sejak September 2017, dan ketujuh dalam sejarah.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved