Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik 28 Mei 2022: Bapa Mengasihi Kamu Karena Kamu Telah Percaya dan Mengasihi Aku

Karena itu hidung adalah media yang dipakai untuk menyapa orang tanpa memandang jenis kelamin, usia dan status sosial mereka.

Editor: Agustinus Sape
Dok Pribadi
RD Ambros Ladjar 

Renungan Harian Katolik Sabtu 28 Mei 2022: Bapa Mengasihi Kamu Karena Kamu Telah Percaya dan Mengasihi Aku (Kis 18: 23-28;  Yoh 16: 23b - 28)

Oleh: RD. Ambros Ladjar

POS-KUPANG.COM - Bagi orang yang belum biasa, bisa saja akan kaget kalau tiba-tiba hidungnya dicium orang. Budaya Cium Hidung adalah warisan turun temurun masyarakat Sabu sebagai tanda Keabraban antarmereka. Sebab hidung dilihat sebagai lambang keakraban. Secara khusus jika terjadi salah paham dalam relasi dan komunikasi antara satu sama lain.

Karena itu hidung adalah media yang dipakai untuk menyapa orang tanpa memandang jenis kelamin, usia dan status sosial mereka.

Tradisi ini bertujuan mempererat rasa persaudaraan dengan sesama. Selain itu, sebagai isyarat rasa hormat terhadap orang yang lebih tua.

Paulus fokus menjelajahi tanah Galatia dan Frigia guna meneguhkan hati para murid Kristus.

Sementara itu datanglah Apolos ke Efesus. Dia adalah seorang Yahudi dari Alexandria yang sangat mahir dalam soal Kitab Suci.

Karena itu ia banyak mengajar di rumah ibadat tentang Yesus. Akan tetapi ia hanya mendapatkan baptisan Yohanes.

Dari sebab itu setelah mendapat penjelasan dari Priskila dan Akwila, ia berani membantah argumentasi orang Yahudi di muka umum.

Ia memberikan pendasaran yang kuat sesuai ajaran Kitab Suci dan membuktikan bahwa Yesus itu adalah Mesias. Mereka berusaha saling menguatkan satu sama lain.

Yesus tegaskan dalam injil, "Mintalah maka kamu akan menerima agar sukacitamu penuh."

Apa yang menjadi kebutuhan hidup para murid dalam perutusan, semuanya Tuhan sudah berikan. Mereka memiliki kharisma untuk mengajar, berbicara serta mengadakan mukjizat demi nama Yesus.

Pengalaman mereka sangat komplit, maka banyak orang rasa tertarik untuk memahami kehendak Tuhan dan percaya.

Kadang kita juga punya semangat dan daya juang tinggi, namun gagal fokus. Bukannya Kristus yang dikedepankan tapi kehebatan diri kita yang ditonjolkan.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved