Info WhatsApp

WhatsApp Cegah Hoaks, Begini Cara Periksa Kebenaran Pesan WA Pakai Fitur Search the Web

Pengguna akan menjumpai sebuah ikon berbentuk kaca pembesar (lup) yang terletak di bagian kanan chat bubble pesan yang di-forward.

Editor: Alfons Nedabang
(Menos Fios)
Ilustrasi WhatsApp 

POS-KUPANG.COM - WhatsApp mencegah hoaks atau info bohong. Perusahaan pengembang besutan Facebook itu menghadirkan fitur Search the Web untuk mendeteksi kebenaran sebuah informasi terusan atau forward info.

Fitur Search the Web memungkinkan pengguna WhatsApp memeriksa kebenaran dari pesan yang telah diteruskan (forward) berkali-kali, melalui mesin pencari seperti Google.

Pengguna WhatsApp akan menjumpai sebuah icon berbentuk kaca pembesar (lup) yang terletak di bagian kanan chat bubble pesan yang di-forward.

Ketika icon tersebut di-klik, pengguna WhatsApp akan segera diantarkan ke laman situs pencarian web.

Lalu secara otomatis mencari informasi sesuai dengan kata kunci yang terdapat dalam pesan terusan tersebut.

Fitur Search the Web sendiri telah dirilis di sejumlah negara termasuk Amerika Serikat (AS), Brasil, Italia, Irlandia, Meksiko, Spanyol, dan Inggris.

KompasTekno juga telah menjumpai fitur ini semenjak beberapa hari lalu. Itu artinya, sebagian pengguna di Indonesia sudah kebagian fitur Search the Web ini.

WhatsApp akan menggelontorkan fitur tersebut secara bertahap pada layanannya di platform Android, iOS dan WhatsApp Web.

Sebelumnya WhatsApp juga telah berupaya dalam mengurangi beredarnya minsinformasi dengan membatasi penerusan (forward) pesan berantai.

Pesan yang telah diteruskan secara berkali-kali akan ditandai dengan ikon panah ganda, yang berada di pojok kiri atas chat bubble.

Kini pesan yang telah dilabeli tersebut hanya bisa diteruskan ke satu obrolan dalam satu waktu saja.

Sedangkan untuk mengurangi misinformasi terkait Covid-19, WhatsApp bekerja sama dengan otoritas-otoritas kesehatan dunia, untuk membantu penggunanya dalam mendapat informasi yang valid.

Di Indonesia, WhatsApp juga telah meluncurkan layanan chatbot, hasil kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Pengguna dapat memanfaatkan layanan chatbot ini untuk mengajukan pertanyaan seputar Covid-19. (*)

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved