Breaking News:

Berita NTT Hari Ini

Penyaluran KUR NTT Hingga April 2022 Tumbuh 63,4 Persen dan Debitur Tumbuh 31,8 persen

Sumber dana KUR berasal dari perbankan tetapi pemerintah memberikan subsidi sehingga masyarakat membayar 6 persen

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/ASTI DHEMA
Konferensi Pers APBN KiTa, Kinerja dan Fakta di lantai 3 Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Rabu, 25 Mei 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM,Asti Dhema

POS-KUPANG.COM,KUPANG - Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga April 2022 alami pertumbuhan sebesar 63,4 persen (yoy)  dan jumlah debitur tumbuh 31,8 persen.

Sumber dana KUR berasal dari perbankan tetapi pemerintah memberikan subsidi sehingga masyarakat membayar 6 persen untuk bunganya sedangkan untuk pembiayaan ultra mikro sumber dana seluruhnya berasal dari pemerintah.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Ditjen Perbendaharaan Provinsi NTT, Catur Ariyanto Widodo,S.E,M.Int.Dev.Ec menyampaikan ini dalam Konferensi Pers APBN KiTa pada Rabu 25 Mei 2022.

Penegasan Catur ini terkait dengan pertumbuhan penyaluran KUR,hingga periode April sudah terealisasi 1,36 triliun untuk 73.463 debitur di NTT.Secara Nasional, NTT masih menempati urutan ke-22 dalam total penyaluran KUR.

Baca juga: Wagub Josef Nae Soi Launching Kick Off BI YES dan Website Portal KUR 

"Trend-nya semakin baik di 2022 dibandingkan periode yang sama di 2021,"terang Catur.

Adapun total penyaluran KUR terbesar terdapat pada wilayah Kota Kupang dengan realisasi Rp 140,98 Miliar sedangkan untuk jumlah Debitur terbesar adalah pada wilayah Kabupaten Ende yaitu 4.142 debitur.

Menurutnya skema penyaluran terbesar adalah pada skema penyaluran KUR mikro dengan total penyaluran Rp 912,67 Miliar dengan 26.566 debitur.

Menurutnya,  sektor perdagangan dan eceran adalah sektor dengan distribusi terbesar yaitu 55,9 persen. Kondisi ini bukan merupakan kondisi ideal karena distribusi sektor nonproduksi di atas 40 persen.Seharusnya antara sektor antara sektor produktif dan nonproduktif harusnya 60:40 persen.

Baca juga: Kementan RI Dorong Pemanfaatan KUR Agribisnis

"Sudah cukup baik,namun perlu ditingkatkan untuk mendorong UMKM,"katanya.

Pertumbuhan penyaluran dan jumlah debitur terbesar adalah Kabupaten Sabu Raijua,menunjukan sinyal akses yang bagus.

Catur menyampaikan seluruh jajaran kementerian keuangan berkomitmen untuk terus mengawal proses pelaksanaan APBN agar tetap responsif,fleksibel dan berkelanjutan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.

"Kami juga ingin menyampaikan bahwa kinerja APBN sampai dengan periode April 2022 jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2021 perbaikan.Diharap hari ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi pada 2022,"tutup Catur. (cr16)

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved