Gaza

Israel Tingkatkan Penerbangan Pengintaian di Gaza di Tengah Meningkatnya Ketegangan dengan Hamas

Pesawat pengintai Israel meningkatkan penerbangan mereka di Gaza karena Hamas memperingatkan Israel terhadap provokasi di Yerusalem dan Tepi Barat.

Editor: Agustinus Sape
GETTY IMAGES
Drone Israel semakin terlihat di Gaza 

Israel Tingkatkan Penerbangan Pengintaian di Atas Gaza di Tengah Meningkatnya Ketegangan dengan Hamas

POS-KUPANG.COM - Pesawat pengintai Israel meningkatkan penerbangan mereka di atas Jalur Gaza pada hari Senin ketika Hamas dan faksi Palestina lainnya di daerah kantong pantai yang terkepung menempatkan diri mereka dalam siaga tinggi.

Sebelumnya pada hari itu, pemimpin senior Hamas Ismail Haniyeh memperingatkan Israel bahwa gerakannya, yang mengontrol Jalur Gaza, akan menggunakan "semua kemungkinan" untuk menghadapi "pawai bendera" yang direncanakan oleh ekstremis sayap kanan Israel melalui Yerusalem timur Palestina.

Pawai itu akan berlangsung minggu depan di tengah meningkatnya ketegangan di Yerusalem yang disebabkan oleh penyerbuan ekstremis Yahudi ke Masjid Al-Aqsha, situs paling suci ketiga dalam Islam.

Penduduk Jalur Gaza telah menyatakan keprihatinan tentang meningkatnya penerbangan Israel di atas wilayah itu, menjuluki drone "buzzers" karena suara menjengkelkan yang mereka buat.

Diyakini bahwa tujuan drone adalah untuk meningkatkan target Israel di jalur tersebut jika terjadi perang baru.

Tahun lalu, Hamas dan Israel terlibat perang 11 hari yang mematikan setelah pasukan keamanan Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa selama bulan suci Ramadhan dan melukai ratusan jemaah Palestina.

266 warga Palestina tewas di wilayah itu dan ribuan lainnya terluka.

Pada hari Senin, pemimpin Hamas secara keseluruhan di Gaza, Yahya Sinwar, tidak menghadiri peringatan perang yang diselenggarakan oleh gerakan tersebut, menyebabkan spekulasi bahwa para pemimpin Hamas mengambil tindakan pencegahan terhadap serangan mendadak Israel yang menargetkan mereka.

Sumber yang dikutip oleh layanan berbahasa Arab The New Arab mengatakan bahwa Hamas telah mengirim peringatan kepada Israel melalui perantara yang mengatakan bahwa perdamaian di front Gaza bergantung pada perkembangan di Yerusalem dan Tepi Barat.

Israel telah melakukan peningkatan serangan di Tepi Barat, khususnya di kota Jenin, di mana puluhan warga Palestina telah tewas dan terluka dalam seminggu terakhir.

Bulan lalu, Hamas mengatakan bahwa mereka siap untuk berperang enam bulan dengan Israel.

Penyelidikan terhadap 84 Insiden dalam Perang Gaza Terakhir

Setahun setelah pertempuran Israel-Hamas Mei lalu, tentara Israel belum menyelesaikan penyelidikan atas kematian dan cedera warga Palestina di Gaza selama perang.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved