AUKUS

Menhan Australia Peter Dutton Bereaksi Saat Kapal Mata-mata China Mengintai di Dekat Australia

Menteri Pertahanan Australia Peter Dutton telah mengklaim bahwa kapal mata-mata China berteknologi tinggi telah berada di pantai Barat Australia

Editor: Agustinus Sape
DAN PELED/GETTY
Menteri Pertahanan Australia Peter Dutton (tengah), didampingi oleh Duta Besar Ukraina untuk Australia Vasyl Myroshnychenko (kanan), berbicara dalam konferensi pers di Pangkalan Udara Amberley pada 08 April 2022 di Ipswich, Australia. Dutton mengatakan bahwa kapal mata-mata China berteknologi tinggi telah "memeluk" pantai Barat Australia, dekat dengan pangkalan komunikasi rahasia yang mendukung kapal selam AS dan sekutu lainnya. 

Menhan Australia Peter Dutton Bereaksi Saat Kapal Mata-mata China Mengintai di Dekat Australia

POS-KUPANG.COM - Menteri Pertahanan Australia Peter Dutton telah mengklaim bahwa kapal mata-mata China berteknologi tinggi telah berada di pantai Barat Australia, dekat pangkalan komunikasi rahasia yang mendukung kapal selam AS dan sekutu lainnya.

Pada November 2021, Australia memulai program untuk melengkapi angkatan lautnya dengan kapal selam bertenaga nuklir dalam aliansi pertahanan baru dengan Inggris dan AS (AUKUS)

Ketiga negara mengumumkan kesepakatan AUKUS pada September 2021, bagi Amerika dan Inggris untuk menyediakan Australia dengan teknologi maritim nuklir dalam langkah untuk melawan ketegangan di Pasifik di mana persaingan China-AS semakin meningkat.

Dutton mengatakan kepada wartawan pada hari Jumat 13 Mei 2022 bahwa kapal intelijen umum tambahan (AGI) China dipantau oleh Angkatan Pertahanan Australia ketika sedang transit melewati stasiun angkatan laut Harold E Holt di Exmouth.

Dutton mengatakan Australia telah melacak kapal mata-mata itu selama "seminggu atau lebih."

Dia mengatakan itu "sangat aneh" bahwa kapal telah "memeluk" garis pantai saat kapal kembali ke utara menuju Darwin.

"Tujuannya, tentu saja, adalah untuk mengumpulkan intelijen tepat di sepanjang garis pantai," kata Dutton.

"Itu dekat dengan instalasi militer dan intelijen di pantai barat Australia."

Dutton menyebutnya "tindakan agresif" tanpa preseden.

"Dikutip pada pukul 06.00 pagi ini 250 mil laut barat laut Broome dan melacak timur laut dengan kecepatan 12 knot," katanya.

"Ini tidak biasa dalam hal cara ia datang begitu jauh ke selatan, dan cara ia memeluk garis pantai saat menuju ke arah Darwin.

"Kami akan terus memantau itu. Kami jelas memiliki sejumlah pesawat yang terlibat dalam pengawasan kapal khusus ini."

Dutton mengatakan dia belum pernah melihat kapal dari Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat "datang sejauh ini ke selatan."

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved