Berita Kupang Hari Ini

Inspektorat Kota Kupang Diminta Periksa Dana PEM Bermasalah

Inspektorat Kota Kupang telah diberi disposisi agar melakukan pemeriksaan terhadap pengelolaan dana PEM di beberapa

Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM / AMBUGA LAMAWURAN
Jefri Pelt usai memberikan keterangan kepada wartawan 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM,KUPANG - Inspektorat Kota Kupang telah diberi disposisi agar melakukan pemeriksaan terhadap pengelolaan dana PEM di beberapa kelurahan di Kota Kupang.  Pengelolaan dana PEM di beberapa kelurahan itu diduga bermasalah.

Asisten I Setda Kota Kupang, Jefry Pelt menyampaikan hal ini saat dikonfirmasi Selasa 10 Mei 2022.

Menurut Jefry, dana PEM itu disalurkan pemerintah ke masyarakat melalui kelurahan dan ada beberapa kelurahan di Kota Kupang yang sudah diminta ke Inspektorat untuk melakukan pemeriksaan.

"Untuk beberapa kelurahan, saya tidak bisa sebut nama kelurahan tapi, kita sudah keluarkan disposisi ke Inspektorat untuk melakukan pemeriksaan," kata Jefry.

Dijelaskan, pemeriksaan itu dilakukan karena adanya laporan-laporan terindikasi penyalahgunaan, bahkan adanya tunggakan dan lainnya akibat faktor ekonomi.

"Memang itu riil terjadi akibat adanya Pandemi Covid-19, kemudian bencana alam Badai Siklon Tropis Seroja," katanya.
Dikatakan, pemeriksaan yang dilakukan inspektorat itu kepada pengelola dana PEM , bukan kepada kelompok atau penerima.

"Jadi kita disposisi inspektorat untuk turun periksa itu sasaran pemeriksaan di pengelola bukan kepada masyarakat atau kelompok penerima dana PEM," katanya.

Ditanyai soal kendala yang selalu dihadapi dalam pengelolaan dana PEM, Jefry mengatakan, sebenarnya ada tim dari Bappeda yang selalu melakukan pendampingan.

"Kita dampingi pengelola terutama dalam melihat calon penerima. Perlu diperhatikan agar penerima dana itu bisa dikembalikan atau dicicil. Jadi kita harus lihat calon penerima itu dari sisi usahanya agar dana yang kita salurkan itu bisa dikembalikan," ujarnya.

Dikatakan, pemerintah tetap melakukan fungsi pendampingan dan pengawasan terhadap pengelolaan dana PEM.

"Untuk kondisi saat ini,memang kita ada keluarkan surat ke pengelola guna perpanjang masa pengembalian atau cicil, karena pertimbangan dan kondisi ekonomi serta beberapa hal seperti adanya Pandemi Covid-19, kemudian bencana Seroja. Jadi surat itu saya sendiri yang tanda tangan," katanya.

Untuk diketahui salah satu kelurahan yang pengelolaan dana PEM bermasalah adalah di Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. 
Dana PEM sekitar Rp 700 juta. Dana ini digulirkan pada tahun 2013,2015 dan tahun 2017.

Sementara ada sekitar Rp 300 juta lebih sudah ada di rekening bank, sedangkan sekitar Rp 400 lebih masih di masyarakat. (*)

Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Kadispenda) Kota Kupang. Jefri E Pelt, SH
 Jefri E Pelt, SH (Pos Kupang/Hermina Pello)
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved