Berita Kota Kupang Hari Ini

Penutupan Ruko di Stadion Merdeka Kota Kupang Harus ada Dialog Bersama

Tentunya dengan adanya penutupan atau pagar tersebut, tentu menghambat usaha masyarakat di area tersebut

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
Ruko di Stadion Merdeka Kota Kupang dipagari dengan seng oleh pemilik tanah melalui kuasa hukumnya. Kamis, 5 Mei 2022 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Penutupan sejumlah ruko di stadion Merdeka Kecamatan Kota Lama Kota Kupang, perlu dialog bersama antar semua pihak terkait. Melibatkan pemilik tanah, pedagang dan unsur terkait menjadi penting mengurai masalah yang terjadi.

Ketua Komisi II DPRD Kota Kupang, Diana O Bire, menyarankan pihak yang ada bisa  duduk bersama dan menemukan solusi bersama. Masalah ini diminta agar tidak merugikan pedagang yang sudah menempati tempat itu sejak lama.

"Jika memang harus direlokasi oleh Perusahaan Daerah atau PD Pasar, maka harus diberikan waktu yang cukup, agar PD Pasar bisa menyiapkan tempat," kata Diana, Jumat 6 Mei 2022, ketika dihubungi.

Baca juga: Gemini Relasi Buruk Libra Ingin Berduaan, Zodiak Cinta Besok 7 Mei 2022 Scorpio Kendalikan Godaan

Keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang menjadi penting. Apalagi, jika Pemkot tidak memiliki bukti kepemilikan aset itu, maka langkah negosiasi sembari menemukan tempat relokasi yang cocok bagi pedagang.

Dihubungi terpisah, Ketua Komisi III DPRD Kota Kupang Adrianus Talli juga menganjurkan Pemkot Kupang untuk lebih serius atas kasus ini, sebab ada pedagang yang tengah mengais rezeki ditempat jualan itu. 

"Tentunya dengan adanya penutupan atau pagar tersebut, tentu menghambat usaha masyarakat di area tersebut," jelasnya.

Komunikasi yang baik dari Pemerintah dengan pemilik tanah adalah solusi tepat. Baginya, paling penting saat ini adalah pagar seng bisa dibuka agar akses pedagang dan pembeli bisa berjalan normal.

Baca juga: Bicara Soal Perempuan Muda, Veronica Tan Dipuji Ada Juga yang Kaitkan dengan Mantan Suami, Soal Apa?

"Kalau terkait masalah lahan tentunya Pemerintah Kota Kupang bukan pemilik lahan,  persoalan itu nanti diselesaikan secara hukum antara pemilik lahan dan juga Pemerintah Kabupaten Kupang atau Pemerintah Provinsi NTT yang memiliki lahan terseburt," sebut dia.

Proses hukum, kata dia, agar dibiarkan terus berproses. Kondisi ini segera diurai agar tidak mengorbankan masyarakat, utamanya pedagang. (*)

Berita Kota Kupang Hari Ini

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved