Tips Sehat
Kenali Gejala, Penyebab hingga Cara Mencegah Penyakit Hepatitis C atau Penyakit Kuning
Mengenal Hepatitis C atau Penyakit Kuning : Penyebab, Gejala, dan Pencegahannya
POS-KUPANG.COM - Penderita Hepatitis C atau penyakit kuning biasanya mengalami gejala di bagian mata dan kuku yang berubah warna menjadi kuning.
Tidak ada vaksin untuk Hepatitis C atau penyakit kuning, namun serangkaian pengobatan dapat mengurangi efeknya sampai ke tingkat tak terdeteksi hingga dianggap sembuh atau dalam masa remisi.
Virus dianggap sembuh jika tidak terdeteksi dalam darah dalam kurun waktu 12 minggu setelah pengobatan selesai. Ini juga dikenal sebagai tanggapan virologi berkelanjutan (SVR).
Baca juga: Hepatitis Anak Misterius Sekarang Ditemukan di Sedikitnya 20 Negara, Laporan WHO
Apa itu Hepatitis C?
Hepatitis C adalah salah satu virus hepatitis yang paling serius. Namun, dengan pengobatan baru yang dikembangkan selama beberapa tahun terakhir, virus ini jauh lebih mudah ditangani daripada sebelumnya.
Obat antivirus saat ini yang membantu menyembuhkan hepatitis C juga dapat membantu mencegah komplikasi kesehatan dari penyakit hati kronis.
Baca juga: Hepatitis Misterius Serang Anak-anak di 20 Negara, Bagian dari Covid Omicron BA2? Simak Penjelasan
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) melaporkan bahwa kurang dari separuh orang yang tertular virus hepatitis C dapat membersihkannya dari tubuh mereka tanpa pengobatan. Untuk kelompok orang ini, virus akan menjadi kondisi akut jangka pendek yang hilang tanpa pengobatan.
Namun bagi kebanyakan orang, hepatitis C akut kemungkinan akan berkembang menjadi kondisi kronis yang memerlukan pengobatan.
Karena virus sering kali tidak menunjukkan gejala sampai kerusakan hati yang lebih parah terjadi, penting untuk menjalani tes hepatitis C jika Anda mengira Anda mungkin telah terpapar.
Baca juga: Beredar Isu Hepatitis Misterius Berkaitan dengan Vaksin Covid 19, Kemenkes RI Buka Suara
Adakah cara untuk mencegah hepatitis C?
Meski saat ini belum ada vaksin untuk melindungi orang dari tertular hepatitis C, ada vaksin untuk virus hepatitis lainnya, termasuk hepatitis A dan hepatitis B.
Jika Anda menerima diagnosis hepatitis C, penyedia layanan kesehatan Anda mungkin menyarankan Anda untuk mendapatkan vaksinasi terhadap hepatitis A dan B.
Vaksinasi dianjurkan karena virus hepatitis ini dapat menyebabkan kesehatan tambahan dan komplikasi hati, terutama pada mereka yang sudah menderita penyakit hati.
Karena Anda tidak dapat mencegah hepatitis C melalui vaksin, pencegahan terbaik adalah menghindari paparan. Hepatitis C adalah patogen yang ditularkan melalui darah, sehingga Anda dapat membatasi kemungkinan terpapar melalui praktik gaya hidup sehat berikut:
1. Hindari berbagi jarum, silet, atau gunting kuku