Ramadhan 2022
Selamat Idul Fitri 2022, Begini Sejarah Masuknya Islam di Nusantara, Kamu Wajib Tahu
Menurut M.C. Ricklefs, penyebaran agama Islam di nusantara adalah proses yang sangat penting.
Teori ini semakin diperkuat dengan temuan tiga batu nisan muslim dari paruh pertama abad ke-15 Masehi yang ditemukan di daerah Pasai.
Ketiga batu nisan tersebut memiliki persamaan dengan batu nisan Maulana Malik Ibrahim di Gresik yang meninggal pada 1419 M.
Seorang sarjana Belanda lainnya, J.P. Moquette, berpendapat bahwa Islam di nusantara berasal dari Gujarat.
Moquette mengatakan bahwa batu nisan Maulana Malik Ibrahim bentuknya sama dengan batu nisan yang terdapat di Cambay, Gujarat.
Berdasarkan bukti sejarah yang berupa nisan kubur dan tata masyarakatnya, maka golongan pembawa islam ke indonesia adalah para pedagang dari India.
Pendapat Moquette banyak didukung oleh peneliti lain, seperti Kern, Winstedt, Bousquet, Vlekke, Gonda, Schrieke, dan Hall.
Namun, Sir Thomas Arnold tidak setuju dengan pendapat Moquette dan menyanggah bahwa Islam berasal dari India bagian Coromandel dan Malabar.
Menurut Arnold, pedagang dari Coromandel dan Malabar yang menyebarkan Islam ke nusantara.
3. Teori Persia
Teori yang disampaikan oleh P. A. Hoesein Djajadiningrat ini menyatakan bahwa Islam masuk ke nusantara pada abad ke-13 Masehi di Sumatera.
Argumennya didasari oleh persamaan budaya yang berkembang di kalangan masyarakat Islam nusantara dengan budaya di Persia.
Seperti dicatat oleh Ahmad Mansyur Suryanegara, empat persamaan budaya tersebut diantaranya: Adanya peringatan 10 Muharram atau Asyura untuk memeringati hari kematian Husain di Karbala.
Adanya persamaan antara ajaran Al-Hallaj, tokoh sufi Iran, dengan ajaran Syeikh Siti Jenar.
Persamaan dalam sistem mengeja huruf Arab bagi pengajian Alquran tingkat awal.
Persamaan batu nisan di makam Malik al-Shalih di Pasai dengan makam Maulana Malik Ibrahim didasari oleh daerah Gujarat yang mendapat pengaruh dari Persia.