Berita Kupang Hari Ini

Diduga Depresi, Warga Kayu Putih Kota Kupang Gantung Diri di Kosen Pintu

Lantaran diduga depresi karena wafatnya sang istri, DS (41) warga RT 17 RW 05 Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, mengakhiri hidupnya

Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG/BERTO KALU
Fatima, sepupu kandung korban saat menunjukkan tempat korban mengakhiri hidup. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Lantaran diduga depresi karena wafatnya sang istri, DS (41) warga RT 17 RW 05 Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di Kosen Pintu.

Ketua RW 05 Frans Adoe mengatakan, korban pertama kali ditemukan pada tanggal 27 April 2022 sekira pukul 04.00 Wita oleh seorang saksi yang juga merupakan saudara dari korban DS.

Menurut Frans, saat pertama kali ditemukan korban sedang dalam posisi berlutut dengan tali nilon yang masih tercekik di lehernya.

"Jadi setelah liat mereka (saksi) langsung bangunkan warga sekitar untuk meminta pertolongan, " ungkapannya saat ditemui, Rabu 27 April 2022.

Frans menjelaskan, korban DS awalnya adalah warga Kelurahan Kayu Putih, setelah itu korban bersama istri pindah ke Liliba setelah membeli tanah disana. Dalam perjalanan, Istri Korban meninggal pada bulan Agustus 2022 sehingga korban kembali tinggal di Kayu Putih pada bulan Oktober 2022.

"Dia pindah kembali kesini itu dari bulan Oktober, saat pindah juga tidak ada laporan ke kelurahan atau ke RW, jadi kami tidak tau bahwa korban ini sebelumnya pernah tinggal disini, " jelas dia.

Menurut pengakuan keluarga, lanjut Frans, selama ini korban mengalami depresi selepas kepergian sang istri.

"Setelah istrinya meninggal itu dia mulai stres, untuk sebab sebenarnya kami juga belum tahu pasti, tapi menurut keluarga seperti itu, " ucap dia.

Senada dengan Frans, Meri Tawong, salah satu saksi yang juga tetangga korban, mengatakan, korban selama ini mengalami depresi akibat meninggalnya sang istri.

Malam sebelum korban ditemukan gantung diri, Meri sempat mendengar ada perbincangan antara korban dan juga saksi yang saat itu bersama korban di dalam rumah.

"Kami dengar mereka cerita itu suara cukup besar, almarhum juga sempat keluar teriak-teriak di luar rumah, dia kaya halusinasi begitu seperti ada yang mau bunuh dia, jadi keluarganya itu coba menenangkan dia, tidak lama sekitar jam empat keluarga kasih bangun kami dirumah katanya DS bunuh diri, " kata Meri.

Meri menambahkan, pagi itu juga pihak kepolisian langsung datang dan melakukan olah TKP

Dari hasil keterangan keluarga, DS nekat mengakhiri hidupnya karena diduga depresi akibat meninggalnya sang istri pada bulan Agustus tahun lalu. 
"Korban sebelumnya juga sempat hendak melakukan percobaan bunuh diri dengan minum Bayclin tapi berhasil diselamatkan," ujar Fatima sepupu kandung korban.

Keluarga pun ikhlas menerima kematian korban dan direncanakan korban akan dimakamkan pada Kamis 28 April di TPU Liliba. (*)

Fatima, sepupu kandung korban saat menunjukkan tempat korban mengakhiri hidup.
Fatima, sepupu kandung korban saat menunjukkan tempat korban mengakhiri hidup. (POS-KUPANG/BERTO KALU)
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved