Selasa, 28 April 2026

Perang Rusia Ukraina

Perang Rusia vs Ukraina: Perang Dunia 3 Depan Mata, Menlu Rusia Ingatkan Ancaman Perang Nuklir

Potensi perang dunia III di depan mata. Rusia telah mengingatkan untuk tak meremehkan resiko perang nuklir.

Editor: Ferry Ndoen
defensenews.com
Ilustrasu: FGM-148 Javelin, Rudal Penghancur Tank yang Bisa Hantam Target Walau Sasaran Bergerak Secepat 540 Km/jam 

POS-KUPANG.COM - Potensi perang dunia III di depan mata.

Rusia telah mengingatkan untuk tak meremehkan resiko perang nuklir.

Selain itu, Rusia juga menyinggung soal bantuan senjata dari Barat kepada Ukraina.

Kremlin menganggap bahwa senjata konvensional Barat adalah target yang sah di Ukraina, di mana pertempuran sedang berkecamuk di timur.

"Risikonya sekarang cukup besar," kata Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov kepada televisi pemerintah Rusia Senin (25/4/2022), menurut transkrip wawancara di situs kementerian.

"Saya tidak ingin meningkatkan risiko itu secara artifisial. Banyak yang menyukai itu. Bahayanya serius, nyata."

"Kita tidak boleh meremehkannya," ujarnya, dikutip dari Reuters.

Baca juga: Perang Rusia vs Ukraina: Pingin Gaji Rp 28 juta, Warga Ethiopia Gabung Jadi Relawan Pasukan Rusia

Lavrov menjawab pertanyaan soal pentingnya menghindari Perang Dunia Ketiga dan apakah situasi saat ini sebanding dengan Krisis Rudal Kuba 1962, titik terendah dalam hubungan AS-Soviet.

Wawancara Lavrov ini dianggap Menteri Luar Negeri Ukraina sebagai bentuk keputusasaan Moskow.

"(Rusia telah kehilangan) harapan terakhirnya untuk menakut-nakuti dunia agar tidak mendukung Ukraina," tulis Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba di Twitter setelah wawancara Lavrov.

"Ini hanya berarti Moskow merasakan kekalahan," imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menteri Pertahanan Lloyd Austin menjanjikan lebih banyak senjata selama pertemuan di Kyiv, Ukraina pada Minggu (24/4/2022).

Departemen Luar Negeri AS pada Senin menggunakan deklarasi darurat untuk menyetujui potensi penjualan amunisi senilai $165 juta ke Ukraina.

Pentagon mengatakan, paket itu mencakup amunisi artileri untuk howitzer, tank, dan peluncur granat.

Duta Besar Moskow untuk Washington telah mengingatkan pemerintah AS untuk menghentikan pasokan senjata karena dapat mengobarkan konflik.

Lavrov dalam wawancaranya menyebut pengiriman persenjataan Barat ke Ukraina mengartikan bahwa aliansi NATO sebenarnya terlibat perang dengan Rusia.

Moskow memandang senjata-senjata ini sebagai target yang sah.

"Senjata-senjata ini akan menjadi target yang sah bagi militer Rusia yang bertindak dalam konteks operasi khusus," kata Lavrov.

"Fasilitas penyimpanan di Ukraina barat telah menjadi sasaran lebih dari sekali (oleh pasukan Rusia). Bagaimana bisa sebaliknya?"

"NATO, pada dasarnya, terlibat dalam perang dengan Rusia melalui proxy dan mempersenjatai proxy itu. Perang berarti perang," ujarnya, seperti dilaporkan Guardian.

Sebuah kapal perusak Taiwan meluncurkan rudal permukaan-ke-udara selama latihan yang dimaksudkan untuk mensimulasikan serangan komunis China, dekat pantai timur Taiwan, pada 26 September 2013.
Sebuah kapal perusak Taiwan meluncurkan rudal permukaan-ke-udara selama latihan yang dimaksudkan untuk mensimulasikan serangan komunis China, dekat pantai timur Taiwan, pada 26 September 2013. (Sam Yeh/AFP/Getty Images)

Invasi Rusia ke Ukraina yang sudah berjalan dua bulan, merupakan serangan terbesar di negara Eropa sejak 1945.

Perang ini mengakibatkan ribuan orang tewas dan terluka, kota-kota runtuh, hingga 5 juta warga Ukraina terpaksa mengungsi.

Moskow menyebut tindakannya sebagai "operasi khusus" untuk melucuti senjata Ukraina dan melindunginya dari fasis.

Namun Ukraina dan Barat mengatakan ini dalih palsu untuk perang agresi tak beralasan oleh Presiden Vladimir Putin.

Rusia hingga kini belum berhasil merebut salah satu kota terbesar Ukraina.

Baca juga: Liga 1: Eks Bintang Timnas Indonesia Boaz Solossa Merapat ke RANS Cilegon?Duet Ronaldinho di Liga 1

Pasukannya terpaksa mundur dari pinggiran Kyiv karena menghadapi perlawanan keras.

Setelah gagal merebut ibu kota Kyiv, Moskow pekan lalu melancarkan serangan besar-besaran untuk merebut provinsi timur yang dikenal sebagai Donbas.

Jika misi ini berhasil, wilayah Donbas yang dikuasai separatis pro-Rusia akan terhubung dengan Krimea yang dicaplok Moskow pada 2014.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Anggap NATO Ikut Perang, Menlu Rusia Ingatkan untuk Tak Remehkan Risiko Perang Nuklir

Assuming NATO Joins War, Russian Foreign Minister Reminds Not to Underestimate the Risk of Nuclear War

Did you mean Anggap NATO Ikut Perang, Menlu Rusia Ingatkan untuk Tidak Remehkan Risiko Perang Nuklir. (*)

Berita olahraga dan lainnya:

Artikel ini telah tayang di TribunBanten.com dengan judul Perang Dunia 3 di Depan Mata, Menlu Rusia: Jangan Remehkan Ancaman Perang Nuklir di Ukraina

Gegara Perang Rusia Ukraina,  Rudal THAAD dan PAC-3  Laku Keras, Lockheed Martin Banjir Pesanan
Gegara Perang Rusia Ukraina, Rudal THAAD dan PAC-3 Laku Keras, Lockheed Martin Banjir Pesanan (via Kontan.co.id)
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved