Ramadan 2022

Idul Fitri 2022 Segera Tiba, Inilah Amalan Sunnah 1 Syawal 1443 H Menurut Ustadz Adi Hidayat

Amalan Sunnah di Hari Raya Idul Fitri 2022 Dijelaskan Ustadz Adi Hidayat, Pulang Ambil Jalan Berbeda

Editor: Eflin Rote
TRIBUN-MEDAN.COM
5 Amalan sunnah selain sholat berjamaah 

POS-KUPANG.COM - Segera tiba di pengujung bulan Ramadan 2022 memasuki Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1443 Hijriyah.

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan amalan sunnah di Lebaran Idul Fitri.

Di hari Raya Idul Fitri terdapat amalan sunnah yang sebaiknya dilaksanakan oleh umat Islam.

Baca juga: Tingkatkan Ibadah, Simak Contoh Kultum Singkat Hari ke-24 Ramadan : Merindukan Surga

Menyambut hari nan fitri, seluruh umat muslim disunnahkan menggelar shalat ied atau shalat Idul Fitri.

Sebelum dan sesudah menunaikan shalat Idul Fitri, maka hendaknya mengerjakan amalan-amalan sunnah agar mendapat pahala dan keutamaan.

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan tiga hadist yang berkenaan dengan amalan sunnah Hari Raya Idul Fitri yaitu takbir, berjalan kaki, dan pulang mengambil jalan berbeda setelah shalat.

Baca juga: Ingat Doa Kamilin, Dibaca Usai Shalat Tarawih di Bulan Ramadan dalam Bahasa Arab, Latin & Terjemahan

Hadist tersebut antara lain:

1. Mandi sebelum berangkat shalat Idul Fitri

Amalan sunnah yang pertama sebelum umat Islam berangkat shalat Idul Fitri yaitu mengerjakan mandi terlebih dahulu. Hal ini diajarkan Rasulullah SAW sebagaimana keterangan hadist shahih.

عَنْ نَافِعٍ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ كَانَ يَغْتَسِلُ يَوْمَ الْفِطْرِ قَبْلَ أَنْ يَغْدُوَ إِلَى الْمُصَلَّى

Dari Nafi’, (ia berkata bahwa) ‘Abdullah bin ‘Umar biasa mandi di hari Idul Fithri sebelum ia berangkat pagi-pagi ke tanah lapang. (HR. Malik dalam Al-Muwatho’ 426. Imam Nawawi menyatakan bahwa atsar ini shahih)

Imam Nawawi rahimahullah menyatakan bahwa para ulama sepakat akan disunnahkannya mandi untuk shalat ‘ied.

2. Mengumandangkan takbir dari rumah

Di antara amalan sunnah yang telah dianjurkan Rasulullah SAW untuk dikerjakan sebelum shalat Idul Fitri yaitu membaca takbir saat pergi ke lokasi shalat.

Dalam suatu riwayat disebutkan:

كَانَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ يَوْمَ الفِطْرِ فَيُكَبِّرُ حَتَّى يَأْتِيَ المصَلَّى وَحَتَّى يَقْضِيَ الصَّلاَةَ فَإِذَا قَضَى الصَّلاَةَ ؛ قَطَعَ التَّكْبِيْرَ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa keluar hendak shalat pada hari raya Idul Fithri sambil bertakbir sampai di lapangan dan sampai shalat hendak dilaksanakan. Ketika shalat hendak dilaksanakan, beliau berhenti dari bertakbir.” (Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf 2/1/2. Hadits ini mursal dari Az-Zuhri namun memiliki penguat yang sanadnya bersambung. Lihat Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 171. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa riwayat ini shahih)

Ibnu Syihab Az-Zuhri menyatakan bahwa kaum muslimin ketika itu keluar dari rumah mereka sambil bertakbir hingga imam hadir.

"Tujuan pulang lewati jalan berbeda setelah sholat Idul Fitri ternyata untuk menyapa tetangga-tetangga yang belum disapa sebelumnya untuk meminta maaf," jelas Ustadz Adi Hidayat dikutip Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Audio Dakwah.

Hal ini mengantisipasi ada tetangga non muslim yang belum disapa dan orang muslim lainnya sebagai cara silaturahmi serta meminta maaf atas kesalahan yang pernah diperbuat.

Selanjutnya, Ustadz Adi Hidayat mengatakan melewati jalan berbeda itu pun jika ada jalan alternatifnya.

Jika dilakukan hukumnya adalah sunnah dikerjakan mendapat pahala tidak sempat mengerjakan karena ada tuntutan lain tidak akan berdosa.

Maka jangan membaca terjemahan hadits "sunnah mengambil jalan berbeda setelah sholat Idul Fitri" karena ini adalah persoalan syariat.

Apabila ada orang tua yang tidak bisa berjalan jauh, itu tidak jadi masalah melewati jalan yang sama karena ada udzur.

Jika tidak bisa berputar atau tidak mengambil jalan berbeda pun tidak masalah.

Niat Shalat Idul Fitri

اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا/مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالَى

Usholli sunnatan liidil fitri rok’ataini mustaqbilal qiblati adaan (imaman/makmuman) lillahi ta’ala

Artinya: “Aku menyengaja sembahyang sunnah Idul Fitri dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam/makmum karena Allah SWT.”

Artikel Ramadan 2022 Lainnya

(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

 

Artikel ini telah tayang di BanjarmasinPost.co.id dengan judul Amalan Sunnah di Hari Raya Idul Fitri 2022 Dijelaskan Ustadz Adi Hidayat, Pulang Ambil Jalan Berbeda

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved