Minggu, 12 April 2026

Berita Sumba Barat Hari Ini

Bupati Sumba Barat Keluarkan Surat Edaran Batasi Antrean Pengisian BBM di SPBU

Langkah ini dilakukan untuk  mencegah bahaya  penularan virus corona di SPBU

Penulis: Petrus Piter | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/PETRUS PITER
Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, S.H (kedua dari kanan) saat memberikan penjelasan terkait pencegahan bahaya penularan virus corona di Kabupaten Sumba Barat 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM, WAIKABUBAK-- Bupati Kabupaten Sumba Barat, Yohanis Dade, S.H mengeluarkan Surat Edaran membatasi antrean pengisian bahan bakar minyak (BBM) khusus BBM subsidi fertalite.

Langkah ini dilakukan untuk  mencegah bahaya  penularan virus corona di SPBU mengingat daerah ini masih pandemi virus corona.

Berikut rincian pengisian BBM fertalite yakni untuk kendaraan roda dua dan roda tiga hanya mengisi 6 liter, roda empat hanya mengisi sampai 30 liter dan roda enam mengisi sampai 60 liter.

Baca juga: Zodiak Kesehatan Besok 26 April 2022, 4 Zodiak Sakit Scorpio Kecelakaan Kecil Libra, Ubah Diet

Untuk itu Bupati Kabupaten Sumba Barat, Yohanis Dade, S.H menghimbau masyarakat Sumba Barat dapat memahami kebijakan pemerintah demi kebaikan bersama.

Demikian poin penting surat edaran Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, S.H sebagaimana diumumkan staf pada saat melakukan koling keliling Kota Waikabubak, Sumba Barat, Senin 25 April 2022.

Dalam surat edaran tersebut, Bupati menegaskan para pengelolah SPBU di Kota Waikabubak harus dapat mencegah warga berulangkali mengisi BBM subsidi dalam hal ini BBM jenis fertalite. Sebab BBM subsidi tidak diperkenankan untuk diperjualbelikan.

Baca juga: Askab PSSI Dukung Turnamen Sepakbola Hardiknas Antar Sekolah Sumba Timur 2022

Sementara itu beberapa staf didua SPBU di Kota Waikabubak, Sumba Barat yang ditemui, Senin 25 April 2022, mengaku sudah menerima surat edaran bupati tersebut.

Meski demikian, mereka tetap menunggu keputusan bupati, kapan surat edaran itu mulai diberlakukan. Saat ini, baru pada tahap sosialisasi. Staf SPBU itu juga mengaku senang biar lebih teratur warga datang mengisinya.

Sementara itu, Ilham, Robert Kaka, Ama Yanti dan Vinsensius Nurin, mengaku senang dengan keputusan pemerintah membatasi pengisian BBM subsidi itu.

Baca juga: Angkasa Pura I El Tari Kupang Buka Posko Idul Fitri, Penerbangan Tambahan Belum Ada

Sebab hampir satu bulan terakhir ini atau seiringnya naiknya harga BBM, antrean panjang memadat terus terjadi di SPBU km 2 dan SPBU kilometer  3.

Hal itu menyebabkan  warga sulit mengisi BBM fertalite di SPBU karena didominasi warga yang memborong mengisi BBM fertalite untuk diperjualbelikan.

Warga berharap surat edaran bapa Bupati Sumba Barat segera diberlakukan demi mengurai antrean tanpa henti di dua SPBU di Kota Waikabubak, Sumba Barat. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved