Perang Rusia Ukraina

Pantang Menyerah, Tentara Ukraina di Mariupol Tolak Ultimatum Rusia untuk Meletakkan Senjata

Meskipun sebanyak 1.200 marinir Ukraina sudah menyerah namun masih banyak tentara yang tetap loyal untuk membela negaranya sampai titik darah penghabi

Editor: Alfred Dama
via Kontan.co.id
Lambang kerusakan akibat perang di Ukraina, Tentara Ukraina di Mariupol Tolak Ultimatum Rusia untuk Meletakkan Senjata 

POS KUPANG.COM -- Meskipun sebanyak 1.200 marinir Ukraina sudah menyerah namun masih banyak tentara yang tetap loyal untuk membela negaranya sampai titik darah penghabisan

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan belum ada komunikasi diplomatik baru-baru ini antara Rusia dan Ukraina di tingkat kementerian luar negeri mereka.

Dia juga bilang, situasi di pelabuhan Mariupol, yang ia gambarkan sebagai sesuatu yang "mengerikan", mungkin adalah "garis merah" di jalur negosiasi.

Baca juga: Situasi Perang Ukraina Rusia Makin Panas, Kapal Tempur NATO Latihan Perang di Laut Baltik

"Mariupol mungkin garis merah", katanya kepada CBS News dalam sebuah wawancara pada hari Minggu.

Melansir Reuters, tentara Ukraina menolak ultimatum Rusia untuk meletakkan senjata pada hari Minggu di pelabuhan Mariupol yang hancur.

Moskow mengklaim, wilayah Mariupol hampir sepenuhnya direbut pasukan Rusia dan akan menjadi hadiah terbesar dari perang yang sudah berlangsung hampir dua bulan itu.

Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal mengatakan, pasukan di Mariupol masih bertempur meskipun ada permintaan Rusia untuk menyerah sebelum fajar.

Baca juga: Perang Rusia vs Ukraina: Tentara Kremlin Rusia Bersihkan Mariupol Dari Tentara dan Pejuang Ukraina

"Kami tidak benar-benar memiliki kontak dengan diplomat Rusia dalam beberapa pekan terakhir di tingkat kementerian luar negeri", kata Kuleba dalam wawancara tersebut.

"Satu-satunya tingkat kontak adalah tim perunding yang terdiri dari perwakilan berbagai lembaga dan anggota parlemen. Mereka melanjutkan konsultasi di tingkat ahli tetapi tidak ada pembicaraan tingkat tinggi," tambahnya.

Menteri luar negeri memprediksi, pertempuran akan semakin sengit di Ukraina timur dalam beberapa minggu mendatang.

Ketika ditanya tentang prospek kunjungan Presiden AS Joe Biden ke Ukraina, menteri luar negeri mengatakan Ukraina akan dengan senang hati menyambutnya. Dia juga bilang, kunjungan Presiden AS akan mengirimkan "pesan dukungan" bagi rakyat Ukraina.

Baca juga: Perang Rusia vs Ukraina: Peringatan Keras, Rusia Siap Hancurkan Pengiriman Senjata AS ke Ukraina

Gedung Putih, bagaimanapun, mengatakan awal pekan ini tidak ada rencana bagi Biden untuk mengunjungi negara yang diinvasi Rusia pada akhir Februari.

"Kami tidak mengirim presiden ke Ukraina," kata juru bicara Gedung Putih Jen Psaki, Jumat.*

Artikel lain terkait Perang Rusia Ukraina

Artikel lain KLIK di Pos Kupang.com

Sebagian artikel lain di Kontan.co.id berjudul: Tentara Ukraina di Mariupol Tolak Ultimatum Rusia untuk Meletakkan Senjata 

Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved