Unwira Kupang

BEM se-Indonesia Gelar Demo, Unwira Kupang tak Izinkan Mahasiswa Demo Kenakan Atribut Kampus

Ketua Senat Mahasiswa Unwira menyatakan akan mengikuti imbauan dari kampus yang melarang Mahasiswa Unwira demo

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/HO-MARIA REGINA
Maria Regina Kelen Toby, Ketua Senat Mahasiswa Unwira Kupang 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh Indonesia menggelar aksi demo dengan 4 tuntutan utama.

Wakil Rektor (Warek) III Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang Drs. Rodriques Servatius M.Si, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada izin resmi dari kampus kepada mahasiswa yang ingin melakukan aksi demo.

Tetapi, lanjut dia, pihak kampus tidak melarang jika ada mahasiswa yang ingin mengikuti demo secara individu, dengan syarat mahasiswa dilarang untuk mengenakan dan menunjukkan atribut kampus dalam melakukan aksi.

"Tidak ada izin resmi dari kampus untuk mahasiswa unwira bergabung dalam aksi demo, tetapi kalau per individu mau ikut boleh, tetapi tidak diperkenankan mengenakan atribut, dan menunjukkan logo kampus, kami (Unwira) tidak bertanggung jawab atas apapun yg terjadi di lapangan untuk mahasiswa, " jelas dia kepada POS-KUPANG.COM, Senin 11 April 2022.

Dikonfirmasi secara terpisah, Maria Regina Kelen Toby, Ketua Senat Mahasiswa Unwira menyatakan akan mengikuti imbauan dari kampus yang melarang Mahasiswa Unwira untuk mengikuti aksi demo.

"Jika mereka (Mahasiswa) merasa aksi itu penting secara pribadi dan mau menyuarakan hal yang ingin disuarakan itu menjadi hak pribadi Mahasiswa. Tetapi dengan syarat, tidak boleh mengenakan atribut kampus seperti jas almamater  dan menunjukkan logo Unwira, kampus tidak bertanggung jawab untuk itu, " terang dia.

Dilansir dari Tribunnews.com, Adapun 4 tuntutan BEM seluruh Indonesia diantaranya, mendesak dan menuntut wakil rakyat agar mendengarkan dan menyampaikan aspirasi rakyat bukan aspirasi partai.

Tuntutan kedua mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk menjemput aspirasi rakyat sebagaimana aksi massa yang telah dilakukan dari berbagai daerah dari tanggal 28 Maret 2022 sampai 11 April 2022.

Ketiga mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk tidak mengkhianati konstitusi negara dengan melakukan amandemen, bersikap tegas menolak penundaan pemilu 2024 atau masa jabatan 3 periode.

Tuntutan yang terakhir, mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk menyampaikan kajian disertai 18 tuntutan mahasiswa kepada Presiden yang sampai saat ini belum terjawab (cr13).

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved