Ramadan 2022

Warga di Kota Kupang Mengais Rezeki Manfaatkan Momen Ramadan 

Bagi pembeli yang membeli ta'jil dapat memesan campuran es batu dan susu kental manis (SKM)

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/CHRISTIN MALEHERE
Para warga saat menjajakan ta'jil dan lauk buka puasa di Jalan Urip Sumoharjo, Kota Kupang, Minggu 3 April 2022 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Christin Malehere

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Bulan Ramadan menjadi kesempatan bagi sejumlah warga di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengais rezeki berupa menjajakan aneka ta'jil dan lauk berbuka puasa.

Salah satunya di Jalan Urip Sumoharjo, Kota Kupang, tepatnya di depan Kantor Bank Mandiri, sejumlah warga yang menjajakan ta'jil dan menu buka puasa dari wilayah Kelurahan Bonipoi, Kampung Solor, Merdeka, serta Airmata dan sekitarnya.

Pantauan POS-KUPANG.COM, Minggu 3 April 2022, sejumlah ta'jil yang tersedia mulai dari aneka es buah, pisang ijo, teller, cendol/dawet, kolak, cendol, ubi ungu, salad buah, dan puding yang dijual dengan harga Rp 10.000 per cup.

Baca juga: Hari Senin Dalam Ramalan Zodiak 4 April 2022 : Hari Menguntungkan, Bebas, Cemburu Hingga Takut

Selain itu, tersedia juga aneka lauk buka puasa seperti telur bumbu, ayam/daging sapi suwir pedas, opor ayam, daging urap, sayur rumpu-rampe, dan tempe kering manis,  dan jenis menu lainnya yang dijual dengan harga Rp 15.000 per porsi.

Bagi pembeli yang membeli ta'jil dapat memesan campuran es batu dan susu kental manis (SKM) atau tanpa menggunakan es batu.

Bukan hanya ta'jil dan lauk buka puasa, tersedia juga aneka gorengan mulai dari lumpia, risol, pastel, onde, tart susu, bolu, serta kue lainnya yang menggugah selera.

Baca juga: Kemenag Keluarkan Aturan, Berikut 12 Panduan Ibadah Selama Bulan Puasa Ramadan 2022 Juga Idul Fitri

Harga aneka gorengan tersebut dijual empat buah dengan harga Rp 10.000.

Salah satu pedagang, Rahma mengatakan bahwa setiap tahun selalu memanfaatkan waktu untuk berjualan.

"Kami memanfaatkan waktu puasa untuk mengais rezeki dengan menjajakan ta'jil dan lauk buka puasa, dan ini hanya saat Ramadhan saja, setelah itu kami mencari usaha," ungkap Rahma.

Baca juga: Ini Tiga Wilayah Kelurahan di Kota Kupang Masih Zona Merah

Warga lainnya, Netty Muller mengatakan sebagai warga non-muslim dia ikut meramaikan dan memanfaatkan waktu untuk mencari ta'jil dan lauk untuk makan malam.

Menurut Netty, membeli ta'jil dan lauk di lokasi tersebut sangat seru karena kondisinya sangat ramai dan banyak pilihan menu yang tersedia.

"Banyak pilihan menu yang kami beli, bisa langsung mencobanya dengan makan di tempat, atau membungkusnya bawa pulang sebagai lauk untuk makan malam," pungkasnya. (CR14)

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved