Jembatan Totgom Roboh

Jembatan Totgom Akses Vital Warga Amarasi Barat, Pemkab Kupang Pastikan Segera Bangun Kembali

Jembatan Totgom roboh, Rabu 30 Maret 2022, menewaskan dua warga Desa Nek Baun, yaitu Melaton Tiran (56) dan Desi Yani Tiran (24).

Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM/RYAN TAPEHEN
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kupang Semy Tinenti 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Tapehen

POS-KUPANG.COM, OELAMASI – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kupang, Semy Tinenti mengatakan, Jembatan Totgom harus segera diperbaiki karena menjadi akses satu-satunya masyarakat dari dan ke lahan pertanian dan peternakan.

Semy Tinenti menyampaikan hal tersebut ketika meninjau Jembatan Totgom yang roboh di Desa Nek Baun, Kecamatan Amarasi Barat, Kamis 31 Maret 2022. POS-KUPANG.COM menerima rekaman wawancara wartawan dengan Semy Tinenti.

Jembatan Totgom roboh, Rabu 30 Maret 2022, menewaskan dua warga Desa Nek Baun, yaitu Melaton Tiran (56) dan Desi Yani Tiran (24).

Korban bapak dan anak ini terjatuh ke sungai saat melintas dengan sepeda motor. Kedua korban dan sepeda motor terseret arus sejauh 2 kilometer.

Baca juga: BREAKING NEWS: Jembatan Roboh di Amarasi Kupang, Bapak dan Anak Meninggal Dunia

Ia mejelaskan, pada saat kejadian pihaknya sudah langsung berkoordinasi dengan Basarnas Kupang. Tim SAR menuju ke lokasi kejadian namun dalam perjalanan mereka mendapatkan informasi bahwa keluarga bersama warga sudah menemukan kedua korban.

“Setelah kedua korban dikebumikan, BPBD akan membangun komunikasi lebih lanjut bersama dengan pemerintah desa untuk bahas pengajuan bantuan pembangunan kembali jembatan tersebut. Untuk usulan tersebut membutuhkan data yang akurat,” kata Semy Tinenti.

Dia akan melakukan koordinasi lebih intens dengan pemerintah Desa Nek Baun dan menyatakan bahwa jembatan tersebut perlu segera dilakukan penanganan karena sebagai akses utama dalam pemenuhan ekonomi masyarakat.

Semy Tinenti juga mengatakan, Bupati Kupang Korinus Masneno segera merespon dengan cepat bencana jembatan runtuh di Nek Baun, Kecamatan Amarasi Barat yang mengakibatkan dua warga meninggal dunia.

Sesuai instruksi Bupati Kupang, lanjut Semy Tinenti, agar dinas teknis yang terkait termasuk BPBD segera melakukan koordinasi dan menanggulangi bencana yang terjadi.

"Itu sudah kami lakukan baik Dinas PUPR dan BPBD. Kalau Dinas PUPR secara teknis mereka melakukan pengkajian untuk menyelesaikan masalah tersebut, sementara BPBD dalam hal ini melakukan kesiapsiagaan yang sudah dilakukan bersama dengan masyarakat dan pemerintah Desa Nek Baun," ujarnya.

Baca juga: Kepala Desa Nek Baun Sudah Pernah Minta Pemkab Kupang Perbaiki Jembatan Totgom

Selain Jembata Totgom, lanjut Semy Tinenti, ada Jembatan Oeana yang menghubungkan pemukiman warga dengan SMK Negeri 1 Amarasi Barat.

Jembatan tersebut sudah mereka perhatikan dan sudah digunakan namun hujan beberapa waktu yang lalu mengakibatkan Jembatan Oeana rusak.

"Waktu itu hujan lokal hanya terjadi di Amarasi Barat dan jembatan yang dikerjakan secara swadaya oleh masyarakat rusak, juga dengan Jembatan Totgom ambruk," jelasnya.

Pihaknya juga sudah menjalin komunikasi dengan kepala desa untuk turun dengan kekuatan penuh membawa dua sensor tangan untuk membuat jembatan darurat di sana.

"Kami sungguh memahami dan mengetahui bahwa jembatan ini merupakan poros vital yang menghubungkan pemukiman warga dengan lahan pertanian dan peternakan mereka di sebelah sana," ucapnya Semy Tinenti. (cr9)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved