Berita Kota Kupang Hari Ini

BPBD Kota Kupang Lakukan Pemetaan Daerah Rawan Bencana

Dia menyebut, saat ini sudah banyak masyarakat yang membangun rumah di bantaran kali

Editor: Edi Hayong
DOK-POS-KUPANG.COM
Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang, Ernest Ludji. Gambar diabadikan beberapa waktu lalu 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG-- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang telah melakukan pemetaan daerah rawan bencana di Kota Kupang, termasuk kelurahan-kelurahan yang rawan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang, Ernest Ludji mengatakan, kondisi saat ini ditemukan memang banyak masyarakat yang membangun di daerah sepadan sungai atau bantaran kali. Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang tidak menampik fakta di lapangan yang sudah terjadi, namun yang dilakukan sekarang adalah bagaimana agar masyarakat tetap aman ketika terjadi bencana.

Menurutnya, Kelurahan TDM merupakan daerah yang paling rawan bencana karena berada di daerah aliran sungai atau kali Liliba. Kelurahan TDM juga menjadi bagian dari Kelurahan Tangguh Bencana.

Baca juga: Catatan BPBD Ada 843 Kejadian Bencana di NTT dalam 23 Tahun Terakhir 

"Beberapa kali, BPBD melakukan gladi lapangan arau simulasi bencana di Kelurahan TDM, dalam gladi tersebut juga diberikan pengarahan dan informasi apa yang harus dilakukan masyarakat ketika terjadi hujan dan potensi bencana lainnya," kata Ernest Ludji, pekan lalu.

Mengenai mitigasi bencana, menjadi peran semua pihak atau phentahelix. Masyarakat harus waspada terhadap tempat yang mereka tinggali.

Dia menyebut, saat ini sudah banyak masyarakat yang membangun rumah di bantaran kali. Kondisi demikian, tidak bisa saling menyalahkan. Saat ini, yang bisa dilakukan adalah meminimalkan bencana dan korban jiwa.

Baca juga: Pemerintah Kelurahan di Kota Kupang Diminta Lakukan Pengawasan DAS

BPBD Kota Kupang juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Pencegahan dilakukan melalui sosialisasi dan pembentukan kelurahan siaga bencana. Pendampingan kepada masyarakat yang berdomisili di daerah bantaran kali tetap dilakukan. Agar ketika terjadi bencana masyarakat lebih paham, apa yang harus dibuat ketika terjadi bencana.

"Kami juga berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk melakukan relokasi bagi masyarakat yang tinggal di daerah aliran sungai, misalnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang," jelasnya.

Rapat koordinasi lintas sektor juga sudah dilakukan, dipimpin oleh Asisten II, diikuti oleh OPD terkait termasuk pihak kecamatan dan kelurahan, untuk merumuskan bersama kajian tentang upaya yang harus dilakukan ke depan sesuai dengan tupoksi.

Baca juga: Harga Minyak Goreng di Supermarket Kota Kupang Semakin Tinggi

"Tujuannya agar risiko masyarakat menjadi korban bencana bisa diantisipasi,  juga agar daerah-daerah aliran sungai jangan lagi ditempati oleh masyarakat," tambah dia.

Dia berharap dengan adanya kolaborasi yang baik maka masyarakat tidak lagi menjadi kelompok rentan terdampak bencana, salah satu cara yaitu jangan lagi ada masyarakat yang membangun di daerah bantaran kali.

"Ini menjadi tugas dan tanggung jawab dari pemerintah untuk bersikap tegas agar jangan lagi mengeluarkan izin untuk membangun di daerah bantaran kali," sebut Ernest Ludji. (Fan)

Sumber: Pos Kupang
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved