Perang Rusia Ukraina

Rusia Ingin Membagi Ukraina Jadi 2 Negara, Usulan Referendum Tuai Pro Kontra

Budanov pun bersumbah bahwa perang gerilya “total” akan dijalankan Ukraina untuk mencegah perpecahan negara.

Editor: Alfons Nedabang
Tangkap layar republicworld.com
Presiden Rusia Vladimid Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam Konflik Rusia-Ukraina 

POS-KUPANG.COM – Intelijen Ukraina mengendus niat jahat Rusia. Kepala Intelijen Ukraina Kyrylo Budanov menyebut Rusia ingin membagi Ukraina menjadi dua, seperti yang terjadi dengan Korea Utara dan Korea Selatan.

"Faktanya, ini adalah upaya untuk menciptakan Korea Utara dan Selatan di Ukraina," kata Budanov pada Minggu 27 Maret 2022, merujuk pada pembagian Korea setelah Perang Dunia Kedua.

Melihat hal itu, Budanov pun bersumbah bahwa perang gerilya “total” akan dijalankan Ukraina untuk mencegah perpecahan negara.

Dia memperkirakan tentara Ukraina akan dapat mendorong kembali pasukan Rusia. “Masa safari gerilya Ukraina total akan segera dimulai. Kemudian akan ada satu skenario relevan yang tersisa untuk Rusia, bagaimana bertahan hidup," ungkap Budanov, dikutip dari Reuters.

Baca juga: Pemerintahan Putin Makin Terpuruk, Negara Ini Siap Gantikan Rusia untuk Pasok Minyak & Gas ke Eropa 

Sebelumnya, Budanov mengatakan bahwa tentara Rusia penuh dengan informan dan menggunakan metode perang lama dalam melawan pasukan Ukraina. Dia juga menuding sejumlah besar orang telah dimobilisasi untuk terlibat dalam perang gerilya di belakang garis Rusia.

Dilansir dari Kantor Berita AFP, Kepala Badan Intelijen Ukraina itu mengatakan kepada publikasi AS The Nation bahwa pasukan Ukraina telah diuntungkan dari salah perhitungan oleh Rusia.

"Komando Rusia telah melakukan kesalahan perhitungan berkali-kali, dan kami menggunakan kesalahan perhitungan ini," kata Budanov.

Dia berkata, anggapan bahwa tentara Rusia adalah tentara terkuat kedua di dunia hanyalah mitos.

“Tentara Ukraina telah menunjukkan bahwa tentara Rusia sebagai tentara kedua di dunia adalah mitos besar, dan itu hanya konsentrasi abad pertengahan tenaga kerja, metode perang lama," kata Budanov.

Dia mengatakan Ukraina telah memanfaatkan informan di pihak Rusia secara efektif. "Kami memiliki banyak informan di dalam tentara Rusia, termasuk di lingkaran politik dan kepemimpinan mereka," kata Budanov.

Baca juga: Rusia Ingatkan Dunia Bahwa Mereka Punya Senjata Nuklir

Dia menyebut, pada November 2021, Ukraina sudah mengetahui tentang niat Rusia dalam melakukan serangan. “Kami sudah tahu tentang niat Rusia, dan Anda dapat melihat bahwa semuanya berhasil. Adapun tanggalnya, itu berubah beberapa kali," tambah Budanov.

Dia mengatakan Ukraina melacak pasukan Chechnya yang berjuang untuk Rusia menggunakan ponsel mereka dan sumber intelijen manusia. "Kami memiliki banyak informan di dalam jajaran Chechnya," katanya.

"Begitu mereka mulai mempersiapkan operasi apa pun, kami tahu itu dari informan kami," ungkap Budanov.

Dia mengatakan pasukan Rusia juga harus menghadapi pemberontak. "Pejuang kami, prajurit kami, bahkan pemburu kami akan mulai memburu agresor, pasukan Rusia, dengan senapan mereka di hutan," ujar dia.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved