Jokowi Kunjungi NTT

Dosen Fakultas Ekonomi Unwira: 12 Kali Jokowi Kunjungi NTT Patut Diapresiasi

Kunjungan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) yang datang untuk ke 12 kalinya ke NTT patut diapresiasi.

Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/HO-BEATRIX YUNARTI
Beatrix Yunarti Manehat, SE, MSA, Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Prodi Akuntansi Universitas Katolik Widya Mandira Kupang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kunjungan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) yang datang untuk ke 12 kalinya ke NTT patut diapresiasi.

Ini menunjukkan komitmen dari Presiden dan Pemerintah Pusat untuk memajukan dan membagi rata pembangunan di seluruh indonesia.

Demikian disampaikan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi (Prodi) Akuntansi Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, Beatrix Yunarti Manehat, SE, MSA, Rabu 23 Maret 2022.

"Mengingat kunjungan Presiden ke batas negara yaitu RI-RDTL akan membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di daerah itu dengan turunnya Presiden langsung, " ungkapnya.

"Kedepan akan bermunculan kebijakan ekonomi yang nantinya bisa membantu UMKM di wilayah perbatasan dan membangkitkan kembali sektor ekonomi di wilayah tersebut, " sambung dia.

Untuk dampak ekonomi di Lokasi Politeknik Pertahanan Belu atau Unhan yang akan diresmikan langsung Presiden, menurut Beatrix, perlu diapresiasi karena lokasi sekolahnya sendiri berada di batas negara RI-RDTL.

"Diperlukan sekali pengendalian, pengawasan dengan baik agar kedepan Unhan ini bisa menjadi cerminan bangsa Indonesia, " pungkasnya.

Ia melanjutkan, dengan hadirnya Unhan di Kabupaten Belu, diharapkan dapat membuat pangsa pasar baru disitu.

"Terbentuknya UMKM baru sehingga masyarakat lokal dapat berjualan di sekitar Unhan dan memberi dampak ekonomi pada masyarakat disana. Dan juga bisa membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar yang mau bekerja di UMKM tersebut, " ucap Beatrix.

Sementara itu, kehadiran food estate di Kabupaten Belu secara khusus dan Provinsi NTT secara umum, dapat memberikan kemandirian pangan sebagai salah satu tolak ukur dari pembangunan suatu daerah.

Dengan kemandirian pangan, kata Beatrix, tentu kemudian masyarakat bisa berdaya secara ekonomi, masyarakat bisa memproduksi dari lahan mereka sendiri, dan mengemas dalam produk yang baik yang akhirnya dapat mendatangkan keuntungan ekonomi.

"Ketika Food estate, UMKM diberdayakan maka akan terjadi perputaran uang disana, ekonomi daerah meningkat, provinsi, serta ekonomi nasional, " menurut Dosen Akuntansi itu.

Lebih lanjut, terkait pusat wisata kuliner Kelapa Lima yang akan diresmikan Presiden, menurut dia, ini adalah langkah positif yang, dengan adanya pusat kuliner ini diharapkan dapat terjadi perputaran uang disana yang akan berdampak spesifik pada kebangkitan ekonomi. (cr13)

Beatrix Yunarti Manehat, SE.,MSA Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Program Studi (Prodi) Akuntansi Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang
Beatrix Yunarti Manehat, SE.,MSA Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Program Studi (Prodi) Akuntansi Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang (POS-KUPANG/HO-BEATRIX YUNARTI)
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved