Perang Rusia Ukraina

Perang Rusia Menyebabkan Kekacauan Regional

Keputusan Presiden Vladimir Putin untuk menginvasi Ukraina mulai 24 Februari sangat berdampak bagi Asia Tenggara, baik sebagai kawasan maupun Asean

Editor: Agustinus Sape
WIKIPEDIA/Kolase POS-KUPANG.COM
Logo ASEAN 

Perang Rusia Menyebabkan Kekacauan Regional

Oleh THITINAN PONGSUDHIRAKA, Profesor di CHULALONGKORN UNIVERSITY Bangkok

POS-KUPANG.COM - Keputusan Presiden Vladimir Putin untuk menginvasi Ukraina mulai 24 Februari sangat berdampak bagi Asia Tenggara, baik sebagai kawasan maupun Asean sebagai organisasi kawasan.

Meskipun kawasan ini relatif jauh dari titik potong perang Rusia di Ukraina, Asean telah menghadapi perpecahan internal baru yang berasal dari konflik yang berkecamuk di Eropa.

Akibatnya, pendekatan konsensus lama ASEAN kemungkinan akan menjadi lebih bermasalah dalam mencari cara kerja sama baru dan lebih efektif di antara negara-negara anggota yang berpikiran sama.

Perang Rusia mirip dengan yang ketiga dari pukulan tiga kali lipat untuk perpecahan Asean.

Pertama, Asean telah terpecah sejak insiden terkenal pada 2012 ketika Kamboja, sebagai ketua Asean pada saat itu, tidak dapat memimpin kelompok 10-anggota untuk membuat pernyataan bersama.

Yang mencuat adalah manuver China di Laut China Selatan yang ditentang oleh Filipina dan Vietnam.

Asean kemudian menjadi semakin terpolarisasi di sekitar ketegasan China di maritim Asia Tenggara.

Dengan persatuan yang kurang, posisi dan postur bersama Asean selanjutnya ditantang oleh langkah Amerika Serikat untuk melawan  Beijing, pertama di bawah Presiden Barack Obama dan kemudian Presiden Donald Trump.

Tanggapan Obama menampilkan kesepakatan perdagangan regional yang mengecualikan China, Kemitraan Trans-Pasifik.

Tetapi Trump melangkah lebih jauh dengan perang perdagangan dan teknologi habis-habisan melawan China, yang dipelopori oleh geo-strategi "Free and Open Indo-Pacific" (FOIP) untuk membatasi China.

Ketika ketegangan antara kedua negara adidaya meningkat, Asean ditekan dan dihancurkan oleh kedua belah pihak.

Kamboja dan Laos menjadi sekutu China yang terbuka di segala cuaca, sedangkan Singapura dan Vietnam semakin condong ke AS, dengan anggota lain di antaranya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved