Berita Sikka Hari Ini

Diduga Tenaga Kerja asal Sikka diterlantarkan, Ini klarifikasi Pemkab Sikka

Saya sebagai Ketua Rombongan memohon agar pulangkan saudara kami yang masih ada di PT itu

Editor: Rosalina Woso
Diduga Tenaga Kerja asal Sikka diterlantarkan, Ini klarifikasi Pemkab Sikka
POS-KUPANG.COM/HO-PROKOPIM SIKKA
Hasil screen, Pemkab Sikka melakukan virtual meeting via zoom dengan Pihak PT. SHP dan Karyawan Gelombang 1 yang bisa dihubungi dan Gelombang 2 yang melaporkan sangat bahagia dengan kondisi saat ini, Kamis 17 Maret 2022 kemarin.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Nofri Fuka

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Pemerintah Kabupaten Sikka "angkat bicara" Terkait dugaan penelantaran tenaga kerja asal Sikka di Kalimantan.

Bupati Sikka, Fransiskus Riberto Diogo, melalui Kabag Humas Prokopim Sikka, Even Edomeko, menegaskan bahwa di kalimantan tidak ada penelantaran tenaga kerja.

"Tenaga kerja asal Sikka tidak diterlantarkan," ujar Even Edomeko kepada TribunFlores.com, Kamis 17 Maret 2022 kemarin.

Pernyataan dari Pemerintah ini dikeluarkan untuk menjawabi keluhan para tenaga yang sempat diposting di grup facebook forum peduli rakyat Sikka (FPRS) terkait penelantaran tenaga kerja di Kalimantan beberapa waktu lalu.

Baca juga: Pria 70 Tahun Ini Jual Polo Motif untuk Lestarikan Tenun Ikat Sikka

Even Edomeko mengungkapkan, dengan mengutip kalimat dari salah satu tenaga kerja yang berbunyi demikian, 'Kami pekerja yang direkrut gelombang pertama ditelantarkan oleh PT. Sumber Hasil Prima (SHP) dan gaji kami tidak dibayar lunas. Kami dipersulit dengan warung yang harganya 2x lipat. Saya sebagai Ketua Rombongan memohon agar pulangkan saudara kami yang masih ada di PT itu'.

"Di atas ini adalah keluhan Saudara Wilfridus sebagai ketua rombongan Tenaga Kerja Gelombang I (TKG-1) yang dikirim oleh Pemkab Sikka ke Kalimantan, yang di-reposting oleh Koko Kiring  di grup FPRS (lihat screenshoot)," Ujar Even.

Even juga sebelumnya mengucapkan terimakasih untuk Wilfridus dan Koko Kiring atas informasi tersebut.

Baca juga: Ini Kronologi Bocah di Sikka Tewas Tenggelam Dalam Kolam Ikan Tetangga

Berdasar pada keluhan yang diposting tersebut, pihak dari Pemkab Sikka melakukan penelusuran terkait kebenaran postingan itu.

"Dan setelah kami check, re-check dan crosscheck dengan PT. SHP (Manajer HRD) dan Pihak Keluarga dari beberapa TKG-1, dan beberapa Kepala Desa asal dari para pekerja TKG-1 itu, disimpulkan bahwa: Tenaga kerja asal Kabupaten Sikka diperlakukan dengan baik dan adil. Mereka tidak pernah diterlantarkan. Justru para saudara kita ini yg meninggalkan perusahaan tanpa pamit,"ungkap Even.

Even juga mengungkap beberapa alasan yang mendasari pernyataannya itu.

Pada akhir Januari 2022, Pemkab Sikka C.Q.Disnakertrans mengirim 21 TK untuk bekerja di PT. Sumber Hasil Prima (SHP) di Sintang (Provinsi Kalimantan Barat). Pengiriman TKG-1 ini merupakan hasil kerja sama Pemda Sikka, Pemda Sintang, dan PT. SHP. Sehingga pasti dijamin baik, asal semua pihak termasuk karyawan setia pada tugasnya.

Baca juga: Politeknik Pelayaran Barombong Makasar Latih Nelayan di Kabupaten Sikka

Kata Evan, Minggu Pertama di Mess Perusahaan, ke-21 pekerja kita diwajibkan karantina dahulu sesuai prokes covid 19. Mereka hanya tidur dan istirahat tetapi tetap diberi gaji.

"selain makan dan minum, makanan yangg disiapkan dalam kotak (nasi kotak) ternyata dinilai oleh pekerja kita tidak cukup, kurang pas dengan porsi makannya, dan ada yang protes bilang kelaparan dan ditelantarkan. Istilah diterlantarkan muncul di bagian makan-minum nasi kotak ini,"tegasnya.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved