Berita Lembata Hari Ini

SMPK Santo Pius Lewoleba Launching Buku Antologi Puisi

buku itu merupakan karya 50 orang siswa siswi San Pio Lewoleba, yang diterbitkan oleh penerbit Nyalanesia

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/RICKO
LAUNCHING - SMP Swasta Katolik Santo Pius X Lewoleba sukses melaunching buku antologi puisi berjudul: Kisah Kasih di Sekolah, Senin 14 Maret 2022 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, RICKO WAWO

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - SMP Swasta Katolik Santo Pius X Lewoleba atau lebih akrab dikenal dengan nama San Pio X Lewoleba sukses melaunching buku antologi puisi berjudul: Kisah Kasih di Sekolah.

Puisi-puisi dalam buku itu merupakan karya 50 orang siswa siswi San Pio Lewoleba, yang diterbitkan oleh penerbit Nyalanesia, yang memfasilitasi para akademisi Indonesia untuk menerbitkan karyanya.

Menariknya, dalam launching Senin 4 Maret 2022 ini, juga diumumkan tiga orang penulis terbaik yang mendapat sertifikat dan penghargaan dari penerbit, serta uang pembinaan dari sekolah.

Baca juga: Pengurus Ikatan Keluarga Lembata Kunjungi Kelompok Arisan Ile Ape di Kota Kupang

Tiga siswa itu adalah Maria Kewa Pala sebagai pemenang pertama, Fransiska Dewiana Hekar sebagai pemenang kedua, dan pemenang ketiga diraih Sophie Bernadine Ladjar.

 Sertifikat, PIN, dan piagam penghargaan juga diberikan kepada sekolah, sebagai sekolah aktif Literasi Nasional, Kepala Sekolah dan Kepada Pembina Literasi Sekolah atas nama Bernardus Vianey G. Tolok, S.Fil.

 Tampak hadir dalam acara launching itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata Anselmus Asan Ola, AP, MSi, Sekcam Nubatukan Mikhael Kia Magi, dewan guru, tata usaha, karyawan, dan siswa siswi San Pio.

Baca juga: Diaspora Lembata Sedunia: Alex Beding Tokoh Pers dan Nelayan di Laut Lain

Sekcam Nubatukan Mikhael Kia Magi menegaskan bahwa gerakkan literasi merupakan satu cara menjawabi rendahnya minat baca siswa siswi di sekolah.

“Dengan Kisah Kasih di Sekolah, Santu Pius telah menjawabi salah satu tuntutan literasi yang digaungkan di Kabupaten Lembata,” ungkapnya, saat menyampaikan sambutan.

 Gerakan Literasi juga mesti ditumbuhkembangkan secara berkelanjutan. 

Baca juga: LSM Barakat, Aktivis dan DPRD Lembata Samakan Persepsi Tentang Dampak Perubahan Iklim 

“Kami juga bersama masyarakat akan melakukan gerakan untuk menjawabi gaung Literasi, karena literasi bukan saja menulis dan menerbitkan karya, tetapi juga literasi alam, literasi lingkungan, dan literasi budaya,” tandas Mikhael Kia Magi, seraya berharap agar semakin banyak siswa SMP Santo Pius X Lewoleba yang menulis.

Acara launching ditandai dengan pelepasan dua ekor burung merpati oleh Kepala Dinas Pendidikan Lembata Anselmus Asan Ola, AP, MSi.

 Sebelum menyampaikan sambutan, Anselmus Asan Ola membaca sebuah puisi karya seorang siswa San Pio Irenius Boli berjudul “Di Lembar Buku”. Puisi ini dinilai syarat makna dan berisi kritikan untuk para pembaca. Dia mengapresiasi para penulis dan mengharapkan agar terus membaca dan menulis.

Baca juga: Tahun Ini Pemerintah Pusat Rehab Pelabuhan Lewoleba

 “Membaca sangat penting untuk memperkaya khazanah, menambah wawasan dan bersaing dengan orang lain. Kita Harus mampu membaca semua situasi yang ada,” ujar Ansel Asan Ola.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved