Berita Kota Kupang Hari Ini

Belasan Rumah Warga Manutapen Kota Kupang Rusak Akibat Longsor

Heru Tadjo mengalami kerusakan bangunan rumah terbelah tembok dan lantai retak dari depan sampai dapur

Penulis: Ray Rebon | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/RAY REBON
LONGSOR - Situasi rumah Herlina Ngede Wewo yang rusak akibat longsor di RT/19 RW/06, Kelurahan Manutapen, Kota Kupang 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Belasan rumah warga di RT/019 RW/06 Kelurahan Manutapen, Kota Kupang rusak akibat longsor terjadi beberapa waktu lalu. Longsor ini pun terjadi akibat intensitas hujan di Kota Kupang akhir-akhir ini sangat tinggi.

Pantauan POS-KUPANG.COM, Rabu  9 Maret 2022 saat berada di lokasi terlihat jalan raya terbelah dan menyulitkan para warga untuk beraktivitas menggunakan kendaraan. Selain jalan yang terbelah, terlihat beberapa rumah warga pun mengalami rusak ringan hingga berat akibat hantaman dari longsor.

Salah satu korban, Heru Tadjo mengalami kerusakan bangunan rumah terbelah tembok dan lantai retak dari depan sampai dapur.  Menurut Heru akibat dari retakan pada tembok rumah, pintu-pintu rumah pun tidak dapat ditutup.

Baca juga: 100 Persen Vaksinasi Covid-19 di Kota Kupang

Lanjut dikatakannya bahwa apabila ada lagi hujan besar susulan dalam bulan ini, maka akan terjadi longsor karena sudah banyak terjadi retakan di area tersebut. Dia mengaku bahwa saat ini keluarganya maupun warga lainnya di bantaran Kali Manutapen tidak tenang beristirahat pada malam hari karena kuatir terjadi longsor susulan.

"Kejadian longsor ini buat kami takut, apalagi terjadi hujan di malam hari, pasti tidak akan tidur nyenyak," ungkap Heru.

Kepada pemerintah, Heru meminta supaya memperbaiki jalan yang terbelah agar aktivitas normal kembali. Selain itu, untuk rumah-rumah yang rusak, dirinya maupun warga yang rumahnya terdampak berharap agar pemerintah pun dapat memperhatikan.

Baca juga: Hati-hati Melintas Perempatan Jalur 40 Manulai Kupang Barat

"Kami mau mengungsi kemana, mau ke keluarga pun perasaan karena kami satu keluarga, dan pasti tidak akan nyaman. Biar kami disini saja", ujarnya pasrah.

Adapun daftar nama 12 kepala keluarga (KK)  yang rumahnya rusak akibat longsor yakni, rumah Yonatan Manutara mengalami kerusakan bangunan tembok rumah terbelah dan jalan setapak terbelah. 

Rumah Selfina F. Nara, mengalami kerusakan bangunan tembok rumah retak dan terbelah serta mengalami kemiringan. Rumah milik Urbanus Subang Ladang, mengalami kerusakan bangunan tembok samping kanan retak.

Baca juga: Pasien Covid-19 di Kota Kupang yang Dirawat Berkurang 130 Orang

Rumah milik Titus Haga, mengalami kerusakan tembok depan hingga dapur terbelah. Rumah milik Yuliana Tadjo mengalami kerusakan tembok rumah depan dan kamar retak. Rumah milik Apriana Rihi, mengalami kerusakan tembok rumah retak hingga kamar tidur.

Rumah milik Metu Mone, mengalami kerusakan tembok rumah retak. Rumah milik Julius Mauguru, tanah halamannya terdampak longsor.  Rumah milik Geradus G. Radja, mengalami kerusakan tembok rumah retak dan tanah halamannya terdampak longsor.

Herlina Ngede Wewo mengalami kerusakan dibagian dalam rumahnya retak hingga dinding dalam rubuh dan Lexi Wenyi yang mengalami kerusakan parah akibat longsor tersebut.

Baca juga: BINDA NTT Gelar Vaksinasi Massal Pfizer Bagi Pelaku Usaha UMKM

Lurah Manutapen, Yan P. Banunaek saat dikonfirmasi mengatakan petugas telah melakukan pendataan terhadap belasan rumah yang rusak tersebut. Rumah-rumah yang telah didata, katanya sudah dilaporkan ke BPBD Kota Kupang.

"Sudah laporkan ke BPBD Kota Kupang, Dinas Sosial Provinsi NTT dan Kota Kupang. Camat Alak dan LPM Kelurahan Manutapen", tandasnya.(*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved