Berita Kota Kupang Hari Ini

Kisah Remon, Pecinta dan Penjual Tanaman Bonsai di Kota Kupang

Karena tanaman bonsai ini di dalam pot medianya sedikit, sehingga harus dipupuk dan penyiraman yang rutin

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG/BERTO KALU
Remon Chandra, sedang merawat tanaman bonsai miliknya pada Jumat, 4 Maret 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Remon Chandra, begitu nama lengkapnya seorang pecinta dan penjual tanaman bonsai di Kota Kupang.

Remon, sejak kecil sudah menyukai tanaman baginya itu adalah hoby, dari hoby tersebut timbul ide untuk mulai menggeluti usaha tanaman bonsai sejak tahun 2000.

POS-KUPANG.COM berkesempatan menyambangi kediaman pria berumur 52 tahun ini yang berlokasi di Jalan Merpati, Kelurahan Bonipoi, Kota Kupang pada Jumat, 4 Maret 2022.

"Usaha bisnis bonsai ini sudah saya mulai sejak tahun 2000, bonsai saya ini rata rata sudah berumur belasan tahun, " Kata Remon.

Baca juga: Ini Jumlah Pasien Covid-19 di Kota Kupang yang Dirawat

Remon menceritakan, saking hobinya terhadap tanaman bonsai, dirinya gemar mencari akar tanaman bonsai hingga ke luar kota.

"Saya cari sampai di luar kota, ada yang saya ambil di atas Pohon, ada yang saya gali sendiri kemudian saya bawa pulang dan rawat, itu mempunyai seni dan kepuasan tersendiri, " Ungkap Remon.

Cara merawat bonsai menurutnya tidak sulit, namun perlu ketekunan dan kesabaran. Remon menyiram bonsai miliknya ini setiap hari jam 12 malam, dan setiap 6 bulan selalu diganti tanah di dalam pot.

"Saya menggunakan campuran tanah dan pasir malang karena sudah terbukti, rata-rata semua pemain bonsai menggunakan metode ini, " Tuturnya.

Baca juga: Vaksinasi Lansia di Kota Kupang Sudah 68 Persen

Remon Mengatakan memiliki banyak jenis tanaman bonsai yang dirawat lalu kemudian dijual dengan harga yang telah disepakati, mulai dari bonsai beringin dollar, kimeng, kabesak putih, sancang, gewang, beludru, asam bangkok, serta Bonsai jambu kerikil.

Dikatakan, bonsai miliknya ini dijual dengan harga variatif mulai dari Rp. 500 ribu sampai sampai yang paling mahal Rp 20 juta, tergantung dari jenis tanaman, nilai artistik, hingga kesulitannya dalam merangkai dahan.

Namun menurutnya, terjadi ketimpangan yang sangat jauh antara harga tanaman bonsai di Kota Kupang dan Pulau Jawa.

"Yang saya jual paling mahal itu beringin dollar itu harganya mulai dari Rp.10 juta sampai Rp. 20 Juta, sementara kabesak putih saya jual disini Rp.10 juta sudah saya rawat sejak 20 tahun yang lalu, sementara jenis kimeng ini di Jawa harganya mencapai ratusan juta, saya jual ke orang baru-baru cuman Rp. 10 juta," ucap Remon.

Baca juga: Kepala Kemenag Kota Kupang Minta Umat Hindu Taati Enam Tahapan Perayaan di Hari Raya Nyepi

"Perbedaan harga di Kupang dan di Jawa itu sangat berbeda, kalau di Jawa orang itu benar-benar membeli karena hoby sehingga berapapun harganya akan mereka beli, sedangkan di kupang ketika kita bilang harga begini orang sudah tidak tertarik lagi, itu yang jadi masalah, " Lanjut dia.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved