Perang Rusia Ukraina

Dituduh Tak Seberani Presiden Indonesia Jokowi Soal Invasi Rusia ke Ukraina, PM Malaysia Ngambek

Para pemimpin dunia pada umumnya sudah menunjukan sikapnya soal Invasi Rusia ke Ukraina Dan, Presiden Indonesia Joko Widodo atau Jokowi pun sudah men

Editor: Alfred Dama
AFP
Tank Ukraina bergerak di jalan sebelum serangan di wilayah Lugansk pada 26 Februari 2022. 

POS KUPANG.COM -- Para pemimpin dunia pada umumnya sudah menunjukan sikapnya soal Invasi Rusia ke Ukraina

Dan, Presiden Indonesia Joko Widodo atau Jokowi pun sudah menunjukan siap soal perang besar dalam dekade ini

Melihat itu, media Malaysia menyindir Perdana Menteri Malaysia yang dianggap tak seberani Jokowi

Dan, dituduh tak seberani Indonesia dalam menanggapi serangan Rusia terhadap Ukraina, Perdana Menteri Malaysia berikan teguran untuk situs berita Malaysiakini

Baca juga: PBB Sikapi Perang Rusia Ukraina, Pungut Suara Sidang Khusus Darurat

Melansir malaysiakini.com (26/2/2022), Kantor Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob disebut menyatakan kekecewaan kepada Malaysiakini atas artikel tentang pernyataannya mengenai Ukraina.

Malaysiakini dalam artikel tersebut, menyoroti bahwa Ismail memilih untuk tidak menggambarkan serangan Rusia ke Ukraina sebagai invasi, melainkan sebuah "eskalasi konflik".

Dalam email yang dikirim ke Malaysiakini, sekretaris pers perdana menteri mengatakan Kantor Perdana Menteri kecewa dengan laporan portal tersebut.

Sementara email tersebut juga menghindari menyebutkan nama Rusia atau mengatakan secara langsung bahwa Rusia menyerang Ukraina.

Ismail Sabri Yaakob, Perdana Menteri Malaysia.
Ismail Sabri Yaakob, Perdana Menteri Malaysia. (Via Intisari.Grid.ID)

Baca juga: Belarusia Bergabung dengan Invasi Ukraina dan Bersiap untuk Serangan Udara di Kyiv

"Kami sangat kecewa dengan bagaimana Malaysiakini menerbitkan artikel yang jelas-jelas menyimpang dari isi siaran pers asli yang diberikan kepada Anda tentang masalah ini.

"Alih-alih menyoroti keprihatinan perdana menteri pada konflik di Ukraina dan rakyatnya, dan seruannya yang mendesak bagi semua pihak untuk menyelesaikan krisis secara damai melalui negosiasi berdasarkan hukum internasional, Anda dengan sengaja salah mengutip kata yang digunakan dalam siaran pers dan mengalihkan inti dari siaran pers sepenuhnya.

"Melihat artikel yang telah Anda terbitkan, Anda menyiratkan bahwa perdana menteri mengecilkan keseriusan masalah," tulis sekretaris pers.

Baca juga: Vladimir Putin Membuat Pasukan Pencegah Nuklir Rusia Waspada atas Ketegangan dengan Barat

Sekretaris pers menambahkan bahwa Ismail telah mengambil sikap tegas terhadap tindakan "invasi oleh negara mana pun" sambil menyerukan perdamaian, tidak seperti negara-negara lain yang tetap netral.

Malaysia Kini mengatakan, seruan Ismail untuk de-eskalasi tanpa menyebut Rusia atau mengatakan bahwa Ukraina sedang diserang sangat kontras dengan Singapura dan Indonesia.

Dalam hal tersebut, Singapura mengatakan "sangat prihatin" dan "sangat mengutuk" "invasi tanpa alasan" ke Ukraina oleh Rusia.

Halaman
12
Sumber: Grid.ID
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved