Kamis, 16 April 2026

Berita TTU Hari Ini

30 Rumah Warga di TTU Terendam Banjir 

BPBD TTU), Dra. Yosefina Lake menjelaskan, sebanyak 30 unit rumah milik warga di Desa Oemanu, Kabupaten TTU, terendam banjir

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Dokumentasi BPBD TTU
Terendam Banjir- Pose Rumah Warga serta Sawah yang terendam Banjir di Desa Oemanu dan Desa Oepuah Utara, Kamis, 24/02/2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU- Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten TTU ( BPBD TTU), Dra. Yosefina Lake menjelaskan, sebanyak 30 unit rumah milik warga di Desa Oemanu, Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten TTU, NTT, terendam banjir.

Hal ini disebabkan oleh intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten TTU  beberapa hari yang lalu.

Selain rumah warga, banjir juga merendam sekitar 30 hektare sawah milik warga di wilayah Nino, Desa Oepuah Utara,  Kecamatan Biboki Moenleu. Tidak hanya itu, 1 hektare sawah milik warga di lokasi itu juga diserang hama belalang.

Bagi Yosefina, BPBD Kabupaten Timor Tengah Utara juga mendata 2 infrastruktur jembatan  yakni Jembatan Koko di Wini, dan Jembatan di Desa Benus mengalami kerusakan akibat longsor dan banjir.

Baca juga: BPBD TTU Turun ke Jalan Bersihkan Drainase dan Air yang Tergenang di Kota Kefamenanu

Ia menjelaskan, jembatan penghubung Kota Kefamenanu dan PLBN Wini yang terletak di Desa Benus, Kecamatan Naibenu mengalami kerusakan akibat longsor dan banjir yang menutup saluran pembuangan air sehingga banjir meluap ke badan jalan.

Para pengendara kendaraan roda dua dan roda empat beberapa saat pasca longsor dan banjir itu, cukup kesulitan melintas di Jembatan Benus.

"Memang kemarin itu saya ada lihat retak-retak di itu. Tapi itukan bukan ranahnya saya. Kalau di soal bangunannya, nanti dengan PUPR saja. Di dia punya sudut-sudut itu ada retak," ungkap Yosefina kepada POS-KUPANG.COM, Sabtu, 26/02/2022.

Baca juga: BPBD TTU Rilis Data Terakhir Korban Bencana Siklon Tropis Seroja  Sebanyak 2963 Keluarga

Pasca menerima informasi tersebut, pihak rekanan kemudian bergerak ke lokasi melakukan perbaikan sehingga arus lalu lintas di jembatan tersebut kembali normal. Pasalnya, jembatan itu masih dalam proses pemeliharaan.

"Jadi itu masih tanggung jawab pihak kontraktor. Karena masih dalam tahap pemeliharaan," ucap Yosefina.

Ia menambahkan, BPBD TTU telah melakukan pendataan di semua lokasi kejadian untuk kepentingan pengalokasian bantuan bagi masyarakat terdampak banjir.

Setelah melakukan pendataan, ujar Yosefina, pihaknya juga telah melaporkan hal itu kepada Bupati TTU dan selanjutnya dilakukan penyaluran bantuan. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved