Berita NTT Hari Ini
Kasus Covid-19 Naik, Pemprov NTT Percepat Vaksinasi
Kasus Covid-19 di NTT meningkat. Per 11 Februari 2022, total pasien yang terpapar covid-19 dan sedang dalam perawatan sebanyak 674 orang
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kasus Covid-19 di NTT meningkat. Per 11 Februari 2022, total pasien yang terpapar covid-19 dan sedang dalam perawatan sebanyak 674 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, dr. Meserasi Ataupah, Minggu 13 Februari 2022 menyebut, dengan kasus covid-19 seperti ini maka pemerintah akan mempercepat vaksinasi bagi masyarakat.
Menurut dia, dengan ini agar mencegah terjadinya lonjakan kasus yang tinggi, terutama di Kabupaten/Kota di NTT.
Dia merinci, kasus ini tersebut tersebar di 14 Kabupaten/Kota yakni Kota Kupang 32 kasus, Manggarai Barat 16 kasus, Sumba Timur 15 kasus, Sumba Barat Daya 8 kasus, Belu, Sikka, Ende dan Ngada masing-masing 4 kasus.
Baca juga: Cegah Penyebaran Covid-19 di NTT, Personel Ditsamapta Polda Patroli di Tempat Tongkrongan
Sementara kabupaten Sumba Barat 3 kasus, kabupaten Kupang 2 kasus, Manggarai 2 kasus, TTS 1, Sumba Tengah 1 kasus dan Kabupaten Malaka 1 kasus.
"Kasus tersebut diketahui melalui hasil pemeriksaan 1.472 spesimen di 14 laboratorium tes," katanya.
Menurut dia, jumlah pasien covid-19 sembuh juga terus bertambah. Pasien sembuh sebanyak 17 orang yakni Kabupaten Manggarai Timur 5 orang, Manggarai 4 orang.
Kabupaten Belu, Kota Kupang dan Flores Timur masing-masing 2 orang dan Sikka serta Sabu Raijua masing-masing sumbang 1 pasian sembuh.
"Total kasus kematian untuk tahun 2022 belum ada dan hingga saat kasus kematian sebanyak 1355 orang," sebut dia.
Baca juga: Update COVID-19 : 1.210 Pasien Positif Covid-19 di NTT Sembuh
Hasil penelitian, kata Meserasi, virus covid-19 bisa dibentengi dengan vaksinasi seperti yang telah disediakan Pemerintah pada sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) di NTT.
Untuk itu, masyarakat agar terus disampaikan agar mengikuti vaksinasi. Demikian juga dengan masyarakat yang harus menyadari pentingnya vaksin. Pemerintah Daerah juga diminta untuk bekerjasama dengan sejumlah instansi terkait dalam pelayanan vaksinasi.
"Pemda terus melakukan kerjasama dengan TNI-Polri dalam memberikan vaksin karena sejauh ini belum ada obat yang menyembuhkan pasien covid-19, hanya dengan vaksin," tambah Meserasi.
Meserasi juga menyampaikan adanya
varian baru omicron yang sudah masuk ke wilayah NTT. Dalam mengantisipasi, lonjakan kasus, dr. Meserasi mengklaim telah mempelajari strategi penanganan virus omicron di daerah lain.
"Penangan di Jawa dan Bali tentu menjadi pembelajaran karena penyebaran varian ini sangat cepat," katanya.
Dia menduga jika vaksin dan protokol kesehatan covid-19 tidak ditingkatkan maka jumlah kasus akan melonjak dan akan menjadi kesulitan pengendalian peningkatan kasus pada bulan Maret mendatang.
"Silahkan beraktivitas seperti biasa namun harus vaksin minimal 2 kali dan masker, cuci tangan dannjaga jarak kenjadin perioritas," katanya lagi.
Pemerintah belum bisa menerapkan PPKM di wilayah NTT karena hal itu merupakan kewenangan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dalam Negeri. Dukungan anggaran, ujar dia, teus diberikan Pemerintah, namun sejauh ini menggunakan dana BTT atau cadangan di tingkat Kabupaten/Kota.
"Sejauh ini kita siapkan anggaran itu yang bisa memenuhi kebutuhan penanganan covid-19. Ia berharap gelombang ketiga ini jangan sampai April," paparnya.
Pemerintah juga terus belajar dari daerah lain untuk menangani kasus ini. Vaksin boster yqnt disiapkan, menurut Meserasi juga menjadi penambah dalam memagari diri dari potensi terserang virus covid-19.
Selama ini, di pintu keluar masuk wilayah di Provinsi NTT tetap menggunakan aturan lama dan belum ada perubahan dalam pengawasan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kota-kupang-turun-ppkm-level-3-kabupaten-kupang-naik-level-4.jpg)