Selasa, 28 April 2026

Berita Kupang Hari Ini

14 Warga Nusa Tenggara Timur Derita  Thalassemia, PMI Jamin  Stok Darah

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Nusa Tenggara Timur, Josef A. Nae Soi  menyatakan PMI NTT akan menjamin ketersiadaan stok dar

Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/HO-DOK.HUMAS NTT
Ketua PMI Nusa Tenggara Timur, Josef Nae Soi saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di kantor gubernur. Jumat 4 Februari 2021. 

Laporan Kontributor POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Nusa Tenggara Timur, Josef A. Nae Soi  menyatakan PMI NTT akan menjamin ketersiadaan stok darah untuk membantu penanganan penderita Thalassemia.

Untuk diketahui, Thalasemia adalah kelainan darah bawaan (faktor genetik) yang ditandai oleh kurangnya protein pembawa oksigen (hemoglobin) dan jumlah sel darah merah dalam tubuh yang kurang dari normal.

Josef Nae Soi yang juga Wakil Gubernur NTT, menyebut PMI akan berusaha untuk tetap menyediakan stok darah untuk membantu para penderita Thalassemia.

"Sebagaimana kita ketahui bahwa thalasemia adalah penyakit kelainan darah yang diakibatkan oleh faktor genetika sehingga membuat penderita harus melakukan transfusi darah secara rutin," jelasnya, Jumat 4 Februari 2022.

Peran aktif POPTI (Perhimpunan Orangtua Penderita Thalassemia Indonesia) NTT dan PMI bersama masyarakat lainnya terus berkoordinasi dengan inventarisir data penderita thalasemia untuk menyesuaikan dengan ketersiadaan stok darah.

Baca juga: Josef Nae Soi Terpilih Jadi Ketua PMI NTT

"Wajib hukumnya kita untuk bantu orang-orang yang menderita thalasemia ini. PMI akan selalu menjamin ketersiadaan stok darah untuk membantu sesama," ucapnya.

Sementara itu, Pembina POPTI NTT, dr. Debora S. Liana menyatakan saat ini terdapat 14 warga Nusa Tenggara Timur yang terdata menderita Thalasemia.

"Di Kota Kupang itu ada 8 orang, Malaka 1 orang, TTS 1 orang, Belu 1 orang, Larantuka 2 orang, dan Maumere 1 orang. Kita masih meyakini yakin bahwa jika ada satu orang yang menderita Thalassemia maka pasti ada keluarga lain yang menderita juga, sehingga kita harus terus melakukan skrining, " jelas Debora.

Menurutnya, Thalassemia ini tidak ganas seperti kanker darah. Penderita Thalasemia bisa bertahan hidup sampai dewasa yang penting melakukan transfusi darah setiap bulan. Penyakit ini juga dapat menimbulkan stunting bagi penderita ataupun keturunannya. Maka penting sekali untuk ditangani dengan baik.

Ia menambahkan, POPTI NTT sangat berterima kasih kepada PMI NTT yang akan terus menyediakan stok tranfusi darah dan POPTI NTT akan menggandeng PMI untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat NTT tentang penyakit Thalassemia dan cara mencegahnya. (Fan)

Berita NTT lainnya:

Ketua PMI Nusa Tenggara Timur, Josef Nae Soi saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di kantor gubernur. Jumat 4 Februari 2021.
Ketua PMI Nusa Tenggara Timur, Josef Nae Soi saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di kantor gubernur. Jumat 4 Februari 2021. (POS-KUPANG.COM/HO-DOK.HUMAS NTT)
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved