Berita Nagekeo

Begini Pendapat Anggota DPRD Nagekeo, Shafar Laga Rema Terkait Normalisasi Kali Aesesa 

usulan ketiganya itu juga sudah masuk di RKPD, Renja SKPD dan telah dikomodir di SIPD dengan keterangan disetujui.

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/THOMA MBENU NULANGI
Anggota DPRD Nagekeo, Safar Laga Rema.  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM, MBAY - Anggota DPRD Nagekeo, Shafar Laga Rema menanggapi masalah luapan kali Aesesa yang terjadi di Desa Tonggurambang, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.

Untuk diketahui, luapan kali Aesesa terjadi lagi di Desa Tonggurambang pada tanggal 8 Januari 2022 yang lalu. Masalah itu menjadi masalah klasik yang terjadi setiap tahun.

Ketika ditemui di Kantor DPRD Nagekeo belum lama ini, Shafar mengaku bahwa, pihaknya sudah mengusulkan alokasi anggaran untuk normalisasi Kali Aesesa untuk segmen Bhawe-Kela.

Baca juga: 50 Peserta KKNT-PPM Unwira Kupang Tiba di Nagekeo

Bahkan usulan tersebut sudah disampaikan sejak kepemimpinan  Bupati Elias Jo. Namun usulan itu selalu tidak dilaksanakan lantaran proses tender gagal.

"Sebagai wakil rakyat, kami sudah usulkan dengan alokasi anggaran senilai Rp. 1.5 miliar. Sudah  2 kali tender tetapi gagal," jelasnya.

Kepemimpinan Bupati Elias Jo berakhir tidak menyurutkan Safar untuk mengusulkan normalisasi kali Aesesa tersebut pada masa kepemimpinan Bupati Johannes Don Bosco Do.

Baca juga: SMA St. Fransiskus Xaverius Boawae-Nagekeo Raih Penghargaan Tingkat Nasional

Dijelaskannya, pada tahun anggaran 2020 lalu, dirinya juga mengusulkan untuk normalisasi Kali Aesesa melalui pokok pikiran (pokir) yang disampaikan warga terdampak kepadanya.

"Melalui pokir saya juga sudah usulkan, sudah disetujui, namun gagal karena anggran tersebut di refocusing karena adanya pandemi covid-19," ujarnya.

Perjuangan untuk mengatasi masalah tahunan yang dialami masyarakat tidak sampai disitu. Ketua Komisi II DPRD Nagekeo itu kembali mengusulkan pada tahun anggaran 2022 senilai Rp. 1,5 miliar untuk ketiga kalinya.

Baca juga: Kemenag Kabupaten Nagekeo Gelar Donor Darah Bersama Karyawan PT Waskita

Bahkan usulan ketiganya itu juga sudah masuk di RKPD, Renja SKPD dan telah dikomodir di SIPD dengan keterangan disetujui.

Dua segmen normalisasi kali yang disetujui yaitu Lia-Toa (Rendu Teno Malawona) dan Bhawe-Kela-Muara dan ditayangkan ulang pada saat sidang banggar.

"Tetapi setelah dievaluasi di Provinsi paket tersebut hilang," ungkapnya.

Baca juga: Tahun 2022, Pemda Nagekeo Dapat Alokasi Sebanyak 4.009 Ton Pupuk Bersubsidi

Karena paket tersebut hilang, politisi senior Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu merasa sangat kesal dengan sikap dari pemerintah daerah Kabupaten Nagekeo yang tidak memperjuangkan adanya proyek tersebut.

"Bupati dan Wakil Bupati Nagekeo sudah pernah ke lokasi luapan Kali Aesesa dan rekomendasi Komisi II sudah di sampaikan berulang-ulang ke pemerintah daerah melalui dinas terkait yaitu PU dan BPBD namun sampai dengan saat ini tidak ada tanggapan," pungkasnya. (*)

Berita Nagekeo Terkini

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved