Berita Sumba Timur

Pasar Prailiu Baru di Sumba Timur Belum Dimanfaatkan Pedagang

keinginan dan kesiapan untuk menempati kios atau lapak di Pasar Padadita Baru yang telah disediakan sesuai ketentuan pemerintah

Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Asisten Pemerintah dan Kesra, Umbu Ngadu Ndamu, SH. M.Si (kedua kiri) didampingi Kadis Kominfo Syane Tamu Ina, ST. MT (kiri), Kepala Bapenda Oria Raramata, (kedua kanan) dan Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Ariani Galla (kanan) saat memberi keterangan terkait pemanfaatan Pasar Prailiu Baru pada Selasa 25 Januari 2022 siang.  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong 

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Pasar Prailiu Baru yang dibangun di tepi Pantai Batu Payung Padadita, Kelurahan Prailiu Kecamatan Kambera Kabupaten Sumba Timur belum dimanfaatkan pedagang meski telah diresmikan pemerintah. 

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita pada papan nama pasar oleh Asisten Pemerintah dan Kesra Sumba Timur, Umbu Ngadu Ndamu, SH. M.Si dalam acara seremonial yang berlangsung di lokasi pasar pada Senin 10 Januari 2022 yang lalu. 

Dalam keterangan resmi kepada POS-KUPANG.COM di Kantor Bupati Sumba Timur, Selasa 25 Januari 2022 siang, Asisten Pemerintah dan Kesra, Umbu Ngadu Ndamu, SH. M.Si menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten membangun pasar tersebut untuk dapat menggerakkan perekonomian masyarakat khususnya di wilayah Kelurahan Prailiu dan sekitarnya. 

Baca juga: Pekerjaan Proyek Renovasi Bendung Kambaniru Sumba Timur Molor Dari Jadwal

Pembangunan pasar yang menelan anggaran hingga Rp 1,2 miliar itu dilakukan sebagai lokasi relokasi dari lapak yang berada di depan Lapangan Prailiu. 

Umbu Ngadu Ndamu menjelaskan, bangunan pasar dengan 50 lapak kios telah siap ditempati. Namun ia juga mengakui jika pengadaan fasilitas pendukung seperti listrik dan air sedang diupayakan untuk segera diselesaikan dalam waktu dekat.

Hal tersebut dilakukan agar para pedagang segera memanfaatkan pasar untuk aktivitas ekonomi mereka. 

Baca juga: Pekerjaan Proyek Renovasi Bendung Kambaniru Sumba Timur Molor Dari Jadwal

"Kesiapan lapak sudah ada, tinggal penyambungan listrik. Beberapa hari kedepan PLN akan melaksanakan penyambungan listrik di lokasi pasar," ujar Umbu ngadu Ndamu yang didampingi Kepala Bapenda,  Oria Raramata, Kadis Kominfo Syane Tamu Ina, ST. MT, Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Ariani Galla serta PPK Pasar Prailiu Frans Eduard Mango. 

Sementara itu, ia juga menegaskan bahwa saat ini telah disiapkan lima buah tandon air di lima gedung pasar. Pemanfaatan tandon dilakukan sambil menunggu solusi jangka panjang untuk menyediakan sumur bor. 

"Kalau penyediaan air bersih, tadi diarahkan kepada PDAM untuk mengisi tandon. Ada 5 tandon yang disiapkan sambil menunggu proses solusi berikut. Kita ada pendekatan dengan masyarakat untuk sumur bor karena lokasi pasar yang berada dekat pantai menyebabkan air payau," kata dia. 

Baca juga: Jaringan Pencuri Ternak Sumba Timur Dibongkar, Pelaku Ketiga Ditangkap Saat Hendak Melarikan Diri

Tim, kata dia, akan melaksanakan survey untuk segera membangun jaringan air bersih. 

Menurut dia, pedagang yang saat ini berjualan di lokasi pasar sementara di Eks Kantor Kejari Sumba Timur yang berada di seberang Lapangan Prailiu pun telah menyatakan keinginan dan kesiapan untuk menempati kios atau lapak di Pasar Padadita Baru yang telah disediakan sesuai ketentuan pemerintah. 

"Pedagang yang masih beraktivitas di depan lapangan akan menempati lapak baru di pasar Padadita. Dari pendekatan yang dilaksanakan pemerintah, mereka berkeinginan untuk ke atas (Pasar Padadita Baru) walaupun banyak hal yang masih harus dibenahi," tambah dia. 

Baca juga: Jaringan Pencuri Ternak Sumba Timur Dibongkar, Pelaku Ketiga Ditangkap Saat Hendak Melarikan Diri

Pihak Bapenda Sumba Timur juga akan memantau perkembangan untuk menempatkan personil yang akan menjaga pasar. 

Terkait retribusi, Umbu Ngadu Ndamu menegaskan bahwa para pedagang akan dikenai retribusi sebesar Rp 200 per bulan.

Besaran biaya retribusi itu sesuai dengan Perbup Sumba Timur nomor 5 tahun 2014. Namun demikian, pemerintah telah memberikan dispensasi bagi para pedagang selama dua bulan pertama. 

"Sesuai dengan Perbup Sumba Timur nomor 5/2014, untuk kategori bangunan permanen retribusinya Rp 350 ribu per bulan, maka bangunan semi permanen sebesar Rp 200 ribu per bulan. Mengingat situasi dan kondisi serta harapan  pedagang, maka pemerintah menerapkan 2 bulan tidak membayar retribusi," kata dia. 

Pemerintah daerah juga akan mendukung permodalan para pedagang sehingga bisa menopang ekonomi mereka.(*)

Berita Sumba Timur Terkini

Sumber: Pos Kupang
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved