Undana Kupang

Undana Gelar PPDM di Sillu, Kabupaten Kupang

Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang menggelar Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) di Desa Sillu, Kabupaten Kupang

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/HO-UNDANA KUPANG
Kegiatan Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) di Sillu, Kabupaten Kupang. Kegiatan ini merupakan kerjasama Undana dengan Kemendikbud, Riset dan Teknologi. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM,Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM,KUPANG - Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang menggelar Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) di Desa Sillu, Kabupaten Kupang. Sillu merupakan Desa Sentra Produk Pangan Berbasis Jagung dan Mente dibiayai oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi selama 3 tahuan mulai tahun 2021-2023.

Kegiatan ini dihadiri beberapa dosen, Ir. Zainal Abidin, M.P,  Drs. Hironimus Jati, M.S; Ir. Titik Sri Harini, M.P, 
Dr. Ir. Lewi Jutomo, M.Si, Gabriella DD Pupitaningtyas, Sarny Wini Wanno, Meki Jefri Beti, Matris Arwadi Tamelab dan Jefri Toy Sanan

Menurut Ir. Zainal Abidin,M.P, kegiatan tersebut merupakan kerjasama Kemendikbud, Riset dan Teknologi dan Undana.

PPDM Desa Sillu bertujuan memberikan solusi terhadap permasalahan selama ini dihadapi Masyarakat Desa Sillu.

Baca juga: Program Pengembangan Desa Mitra Undana Kupang: Air Sudah Dekat di Desa Nekmese Kupang

Bahkan, nilai tambah ekonomi komoditi jagung dan mente yang banyak dihasilkan masyarakat desa Sillu sangat kecil atau belum optimal sehingga pendapatannya rendah dan berdampak pada kesejahteraan petani belum tercapai. 

"Nilai tambah ekonominya rendah karena lebih 75 persen dijual dalam bentuk gelondongan atau belum diolah menjadi varians produk pangan olahan yang mempunyai nilai jual tinggi. Kuantitas dan kualitas produk olahan yang dihasilkan rendah, karena tidak didukung Teknologi Tepat Guna (TTG) pengolahan hasil pertanian yang terandal dan peralatan proses yang baik," kata Zainal.

Dijelaskan, pengemasan dan pelabelan produk tidak menarik konsumen. Pemasaran produk olahan belum berkembang, hanya dijual di sekitar desa dan pinggir jalan raya.

Kelompok tani belum mampu mencari pasar atau bermitra dengan pihak lain untuk memperluas pemasaran produk. Belum adanya izin usaha dan nomor P-IRT produk.

Baca juga: Alumnus Undana Kupang Masuk Bursa Calon Presiden Timor Leste

Manajemen usaha belum baik karena tidak adanya buku kas, belum adanya pembukuan baik itu administrasi usaha dan keuangan, belum adanya struktur organisasi dan pembagian tugas yang jelas di antara anggota kelompok tani pengolahan hasil pertanian. 

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved