Berita Nagekeo

Bangkitkan Kembali Keraguan Publik, Politeknik St. Wilhelmus Boawae Gelar Wisuda

Politeknik St. Wilhelmus Boawae menggelar wisuda pada, Sabtu 22 Januari 2022 di Halaman Politeknik St. Wilhelmus Boawae

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Direktur Politeknik St. Wilhelmus Boawae Frederikus Lena Jago pada saat memindahkan tali toga pada salah satu wisudawati, Sabtu 22 Januari 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM, MBAY-Politeknik St. Wilhelmus Boawae menggelar wisuda pada, Sabtu 22 Januari 2022 di Halaman Politeknik St. Wilhelmus Boawae. Sedikitnya, 55 orang wisudawan dan wisudawati mengikuti acara wisuda pada hari ini.

Dengan adanya perayaan wisuda tersebut, maka Politeknik Santo Wilhelmus Boawae mematahkan dualisme kepemilikan yayasan Santo Wilhelmus Flores.

Kegiatan wisuda diploma III angkatan ke XIII Politeknik St Wilhelmus Boawae pada hari ini mengangkat tema "Membangun Generasi Tangguh, Kreatif, dan Inovatif di Era Disrupsi Melalui Pendidikan Vokasi".

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV Provinsi NTT Prof. Drs. Mangadas Lumban Gaol, M.Si, Ph.D, Wakil Bupati Nagekeo Marianus Waja, Wakil Ketua DPRD Nagekeo Yosafus Dhenga, Ketua Yayasan Santo Wilhelmus Flores Wiliam Yani Nuwa Wea, dan Direktur Politeknik St. Wilhelmus Boawae Frederikus Lena Jago serta para anggota senat lainnya.

Baca juga: Wisudawan  Universitas Citra Bangsa Diminta Jangan Berpikir Menjadi ASN

Selain itu hadir pula dalam acara wisuda tersebut ke 55 wisudawan/wisudawati diploma III angkatan ke XIII dan para orangtua wali.

Dalam laporannya, Direktur Politeknik St. Wilhelmus Boawae Frederikus Lena Jago mengatakan bahwa perayaan wisuda yang berlangsung pada hari ini menjadi bukti kuat bahwa Politeknik St Wilhelmus Boawae kembali eksis dan aktif setelah mendapat sangsi administrasi beberapa waktu lalu karena persoalan dualisme yayasan.

Hal tersebut berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 274/M/2020 tertanggal 18 Februari 2020 tentang Yayasan Santo Wilhelmus Flores sebagai badan penyelenggara Politeknik St Wilhelmus di Kabupaten Nagekeo sehingga Politeknik St. Wilhelmus kembali menerima mahasiswa baru sejak tahun akademik 2019/2020 dan kembali dapat melakukan wisuda hari ini.

"Keputusan ini mengakhiri dualisme yayasan yang menjadi payung hukum atau badan penyelenggara Politeknik St Wilhelmus Boawae yang sekaligus mengobati keraguan publik pada lembaga ini," ungkapnya.

Baca juga: Wisudawan Akper Keuskupan Maumere Kerja di RS Singapura

Frederikus mengatakan, upaya kepastian hukum atas kepemilikan yayasan tersebut merupakan wujud komitmen dari lembaga pendidikan tinggi untuk menata keseluruhan aspek pengelolaan kampus ini menuju perwujudan visi Politeknik St Wilhelmus Boawae yaitu menjadi perguruan tinggi yang mandiri, mandiri, dan berdaya saing yang dapat diperhitungkan ditingkat Provinsi NTT pada tahun 2025.

Untuk mewujudkan visi tersebut, dalam tahun akademik kedepannya akan melakukan pembaharuan usulan akreditasi program studi dan istitusi, mengusahakan layanan beasiswa dan peningkatan jumlah mahasiswa, melakukan tracer study terhadap para alumni, peningkatan jenjang pendidikan dari diploma III menjadi S1, pelayanan dan peningkatan soft skill mahasiswa, peningkatan kualifikasi pendidikan dosen, kerjasama dengan industri, pemerintah, perguruan tinggi lainnya, serta lembaga swasta.

Sementara itu, Ketua Yayasan Santo Wilhelmus Flores, Wiliam Yani Nuwa Wea,SH., M.IP., CLA dalam sambutannya meminta kepada para wisudawan untuk menjaga nama baik almamater dalam dunia kerja meskipun dalam menjalankan perkuliahan di Politeknis St. Wilhelmus Boawae mendapat berbagai hambatan.

Wiliam berkomitmen, kedepan, Yayasan Santo Wilhelmus Flores sebagai badan penyelenggara pendidikan Politeknik St Wilhelmus Boawae akan terus memperbaiki kampus tersebut sehingga dalam waktu dekat menjadi lembaga pendidikan vokasi yang dapat diperhitungkan di Provinsi NTT.

"Sebagai yayasan yang menyelenggarakan pendidikan Politeknik ini, kami tidak akan tinggal diam. Kami akan berupaya dalam waktu dua atau tiga tahun kedepan bisa menjadi lembaga pendidikan yang diperhitungkan di NTT," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved