Berita Flores Timur

Pemotongan Dana Covid-19 Puskesmas di Flotim, DPRD : Ada Dugaan Pungli di Dinas Kesehatan

Apalagi pemotongan ini di saat tidak ada lagi pasien covid. Apalagi penanganan covid-19 melibatkan instansi lain

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA
Anggota DPRD Flotim, Muhammad Mahlin,Jumat,17 Januari 2022 

Laporan Kontributor POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Beberapa Kepala Puskesmas di Kabupaten Flores Timur (Flotim) mengungkapkan adanya pemotongan dana covid-19 oleh dinas kesehatan (Dinkes) Flotim yang disalurkan ke setiap Puskesmas pada tahun 2021.

Hal itu diungkapkan saat rapat dengar pendapat (RDP) kepala puskesmas bersama DPRD Flotim, Jumat 7 Januari 2022. 

Pengakuan kepala puskesmas itu pun ditanggapi anggota DPRD, Muhammad Mahlin.

Baca juga: Pendapatan Daerah Rp 5 Juta Per Tahun, Dishub Flores Timur Akan Tertibkan Retribusi Parkir

Menurut anggota Fraksi PKB ini, pemotongan dana covid-19 itu diduga sebagai bentuk pungutan liar (pungli).

Pasalnya, pemotongan itu dilakukan di saat jumlah pasien covid-19 di Flotim mulai menurun drastis. 

"Ini pengakuan kepala puskesmas bahwa sering mengalami pemotongan sampai 30-40 persen. Saya menduga ini ada indikasi pungli di Dinkes. Apalagi pemotongan ini di saat tidak ada lagi pasien covid. Apalagi penanganan covid-19 melibatkan instansi lain," ujarnya. 

Baca juga: Harga BBM Petalite Naik, Begini Penjelasan Kabag Ekonomi Flores Timur

Selain pemotongan, kata dia, kepala puskesmas juga resah karena sampai saat ini masih mendapat tagihan dari instansi lain yang turut membantu penanganan covid. 

"Selama ini penanganan covid melalui Puskesmas, sehingga mereka ditagih. Satu sisi, dananya dipotong," katanya. 

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Flotim, dr. Ogi Silimalar membantah adanya pungutan liar di dinas yang dipimpinnya. 

Baca juga: Binda NTT Gelar Vaksinasi di Pulau Adonara - Kabupaten Flores Timur

"Tidak ada pemotongan. Karena BOK 2021 tidak jadi dicairkan, maka sisa uang kita bagi ke seluruh Puskesmas. Selam ini dari kejaksaan, BPK, inspektorat selalu awasi dan melakukan audit. Jadi tidak ada pemotongan," katanya. (*)

Berita Flores Timur Terkini
 

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved