Berita Sumba Tengah

Kasus Anak Aniaya Ayah Kandung, Keluarga Minta Polisi Proses Hukum Pelaku Hingga Tuntas

Kasus Anak Aniaya Ayah Kandung di Sumba Tengah, Keluarga Minta Polres Sumba Barat Proses Hukum Pelaku Hingga Tuntas

Penulis: Petrus Piter | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/SCREENSHOT
Umbu Roma Runu Wali dirawat di RSUD Waibakul Kabupaten Sumba Tengah sebelum dirujuk ke RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, Kabupaten Sumba Timur. Korban penganiayaan oleh anaknya. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM, WAIBAKUL - Keluarga korban dalam hal ini anak sulung korban,  Suryade U. D. Danguraba meminta Polres Sumba  Barat  memproses hukum  pelaku, Saktiawan Umbu Kura Lena yang adalah  adik kandungnya yang melakukan  penganiayaan terhadap bapak kandung, Umbu Roma Rumu Wali (58) hingga tidak sadarkan diri di counter Rizky Cell, Jumat 14 Januari 2022.

Sebagai anak sulung memutuskan melaporkan kasus penganiayaan bapak oleh Saktiawan Umbu Kura Lena yang juga adalah adik kandungnya ke Polsek Katikutana, Sumba Tengah sesaat setelah kejadian itu, Jumat 14 Januari 2022. Akibat perbuatan tak berperikemanusiaan itu menyebabkan bapak kejang-kejang hingga tak sadarkan diri dan dilarikan ke RSUD Sumba Tengah. Dan keesokan harinya, Sabtu 15 Januari 2022 pagi, dirujuk ke RSUD Waingapu, Sumba Timur untuk mendapatkan perawatan.  Kini bapak mulai sadar tetapi belum bisa berkomunikasi.

Demikian disampaikan anak sulung korban Suryade U.D Danguraba melalui telepon selulernya,  Minggu 16 Januari 2022 malam.

Baca juga:  Ayah Korban Penganiayaan Anak Kandung di Waibakul Dirawat di RSUD Umbu Rara Meha Waingapu

Menurutnya perbuatan pelaku terencana dengan mengikuti bapa  ke counter Rizky Cell untuk membeli handphone. Pada saat bertemu bapa,  istri pelaku terlebih dahulu meminta kartu ATM dan nomor PIN kepada bapa. Karena tidak dikasih, datang Saktiawan langsung menarik bapa keluar dari counter, memukul dan menginjaknya meminta kartu ATM dan nomor PIN. Akibatnya bapa pusing dan pingsan.

Padahal pagi itu, Jumat 14 Juni 2022,  bapak  datang ke rumahnya dengan sepeda motor. Sempat menanyakan pekerjaan, menanyakan apakah masih punya uang bahkan sempat bergurau menawar meminjamkan uang. Namun, dalam perbincangan itu, saya  menyampaikan, kalau  bapa ada uang, bapa kasih pinjam. Saya pasti   kasih pulang ditambah bunganya. Itu hanya obrolan santai, obrol lepas bapa dan anak.

Saat itu, bapa menyampaikan ingin membeli handphone dan saya mempersilahkan bapa membelinya. Selanjutnya, bapa berangkat menuju counter Risky cell untuk membeli handphone. Sayangnya, ketika hendak membayar, bersamaan datang Saktiawan dan istrinya meminta ATM dan PIN. Karena tidak dikasih, Saktiawan menarik bapa keluar, memukul dan menginjaknya seraya meminta ATM dan PIN. Setelah melakukan penganiayaan, keduanya pergi meninggalkan bapak. Dibantu keluarga, bapa diantar ke rumahnya di SP 1 dan bukan dibawah ke rumahnya. Mungkin bapa tidak ingin suasana panas.

Baca juga: Kapolsek Katikutana Sumba Tengah: Pelaku Penganiayaan Ayah Kandung Sudah Diamankan

Selanjutnya, tiba-tiba saja, datang seorang anggota keluarga membawa motor bapaknya. Ia bertanya bapak dimana, kata orang itu, bapa diantar ke rumahnya di SP 1. Lalu, ia menelepon anggota keluarga lainnya yang tinggal dekat bapaknya untuk mengecek bapaknya itu. Sesaat kemudian, mendapatkan kabar bapaknya sakit akibat kena pukul. Bersamaan ia meminta membawa bapak ke rumahnya. Sesampai rumah, bapa menceritakan peristiwa naasnya menimpahnya akibat perbuatan anaknya sendiri, Saktiawan Umbu Kura Lena.

Setelah mendengar cerita bapak, ia memutuskan bersama bapa melapor ke Polsek Katikutana. Pada saat sedang memberi keterangan, tiba-tiba saja bapa kejang-kejang sehingga bersama dua anggota Polsek Katikutana membawa bapak ke RSUD Sumba Tengah. Melihat tidak ada perubahan maka keesokan harinya, Sabtu 15 Januari 2022 membawa bapak ke RSUD Waingapu, Sumba Timur.  Kini bapa mulai sadar tetapi belum bisa berkomunikasi.

Sebagai anak sulung minta kepolisian Polres Sumba Barat terus memproses hukum  kasus itu sampai tuntas.Hal itu untuk memberi efek jerah agar tidak mengulangi perbuatannya.

Menjawab pertanyaan soal uang menjadi penyebab kejadian itu, ia mengatakan, bapaknya baru saja meminjam uang di Bank menggunakan SK almahrum mamanya. Saya sudah sampaikan soal gaji pensiunan mama sepenuhnya hak bapa. Saya tidak memiliki hak atas gaji mama. Silahkan bapak menggunakannya. Apalagi kami berdua sudah dewasa dan sudah berkeluarga pula. (*)

Baca Berita Sumba Tengah Lainnya

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved