Breaking News:

Berita Sumba Barat Daya

Tokoh Masyarakat Kampung Adat Waikaninyo SBD Minta Petugas Periksa Alat Penangkal Petir 

bila dalam pemeriksaan ternyata alat tersebut tidak berfungsi alias rusak maka petugas segera memperbaikinya.

Penulis: Petrus Piter | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/PETRUS PITER
Tokoh masyarakat Kampung adat Parona Baroro, Desa Waikaninyo, Kecamatan Kodi Bangedo, SBD, Bapa Paulus Uru Awa berbincang dengan Bupati SBD, dr.Kornelius Kodi saat menerima kunjungan bupati melihat langsung kampung adat itu terbakar, Jumat 14 Januari 2022  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM, TAMBOLAKA - Tokoh masyarakat Kampung adat  Parona Baroro, Desa Waikaninyo,  Kecamatan Kodi Bangedo, Paulus Uru Awa meminta pemerintah dalam hal ini para petugas agar memeriksa kembali  alat penangkal petir yang terpasang dipinggir kampung itu.

Paulus menegaskan hal itu terkait dengan terbakarnya 8 rumah kampung adat Parona Baroro Kecamatan Kodi Bangedo, SBD kepada wartawan di kampung itu, Jumat 14 Januari 2022.

Permintaan Paulus untuk mencari kepastiannya apakah berfungsi atau tidak berfungsi pada saat kejadian petir yang menyebabkan  ludas terbakar, Kamis 13 Januari 2022 siang.

Hemat Paulus,  pada saat kejadian, alat penangkal petir itu tidak berfungsi alias mati sehingga kampung terbakar.

Baca juga: Diduga Tersambar Petir, Delapan Rumah Adat di Desa Waikaninyo Kodi Sumba Barat Daya Terbakar

Sebab,  kata Paulus, kalau berfungsi mestinya mampu menangkal datangnya petir sehingga dapat mencegah terjadi kebakaran kampung.

Karena itu, untuk memastikan berfungsi atau tidak berfungsi alat penangkal petir pada saat kejadian maka  petugas perlu melakukan pemeriksaan 

Baca juga: Kepala Puskesmas Radamata,Kecamatan Loura - Sumba Barat Daya Akui Rawat 4 Pasien DBD

Menurutnya, bila dalam pemeriksaan ternyata alat tersebut tidak berfungsi alias rusak maka petugas segera memperbaikinya.

Kenyataannya, kata Paulus, saat kejadian alat penangkal petir berfungsi tetapi tidak mampu mencegah sambaran petir yang datang maka perlu meningkatkan kapasitasnya.

Dengan demikian, masyarakat kampung tersebut merasa nyaman.

Ia menyebutkan alat penangkal petir itu baru terpasang dua tahun lamanya.

Baca juga: Bank NTT Cabang Waitabula Berbagi Kasih di Gereja, Foging di TK Marsudirini Sumba Barat Daya

Selain itu, paulus meminta pemerintah memperbaiki instalasi saluran air yang rusak akibat terbakar juga kacar solar sel ikut terbakar pula.

Pihaknya sangat berharap pemerintah segera memberbaikinya sehingga kembali beroperasi seperti sediakala.(*)

Berita Sumba Barat Daya Terkini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved