Breaking News:

Berita Sumba Timur

Cerita Saksi Mata Saat Angin Kencang Terjang Gedung Puskesmas Rambangaru Sumba Timur

Saat itu ada saya dan enam bidan. Ada juga satu pasien yang baru melahirkan dan satu pasien umum yang dirawat inap

Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-Pribadi
Kondisi Puskesmas Rambangaru yang rusak akibat terjangan angin pada Jumat 13 Januari 2022 sore 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong 

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU -  Angin kencang menerjang wilayah Desa Rambangaru Kecamatan Haharu Sumba Timur, Jumat 13 Januari 2022 sore. 

Angin kencang yang bertiup sejak pukul 15.00 Wita itu merusakkan sebagian bangunan Puskesmas Rambangaru

Kepala Desa Rambangaru Kanyali Ngunju Ndima yang dihubungi POS-KUPANG.COM pada Jumat petang membenarkan kejadian itu. 

Baca juga: Vaksin Lansia di Sumba Timur Masih Rendah, Begini Instruksi Bupati Khristofel Praing

Angin kencang yang bertiup dari arah barat itu kata dia, telah menyebabkan bagian depan bangunan lantai dua itu rusak. 

Yudianus Mbay Hupu Amah, S.Kep,NS (36), perawat yang bertugas sebagai piket pada sore itu menyebut, puncak angin terjadi sekira pukul 16.00 Wita. Puncak angin yang menerjang merusak daun jendela di bagian sisi depan gedung lantai dua. 

"Saat angin kencang sekali kami lari keluar gedung. Saat itu ada saya dan enam bidan. Ada juga satu pasien yang baru melahirkan dan satu pasien umum yang dirawat inap," ujat dia. 

Baca juga: Warga Resah, Uang Palsu Pecahan Rp 100 Ribu Beredar di Lewa Sumba Timur

Ia mengaku bersyukur karena kejadian tersebut tidak menyebabkan korban jiwa. 

"Angin masih sampai malam tadi, tapi sudah tidak kencang. Saat ini hanya tersisa satu pasien umum yang masih dirawat sementara satu pasien lainnya sudah kembali," kata dia. 

Ia menyebut, tidak ada kerusakan lain yang terjadi selain luruhnya jendela kaca di bagian depan lantai dua gedung. 

Baca juga: Pekan Kedua Januari 2022, Vaksin Dosis Pertama di Sumba Timur Sentuh 75 persen

Kepala BPBD Sumba Timur, Mikhail Jaka Laki yang dihubungi mengaku belum mendapat laporan resmi terkait kejadian tersebut.

Ia mengatakan akan berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan puskesmas untuk penanggulangannya. (*)

Berita Sumba Timur Terkini 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved