Breaking News:

Berita Manggarai Barat

Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi Dorong Penyuluh Pertanian Inovasi Pupuk Organik

Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi Mendorong Penyuluh Pertanian Melakukan Inovasi Pupuk Organik

Penulis: Gecio Viana | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/GECIO VIANA
TANAM PADI SAWAH - Bupati Edi Endi bersama forkopimda melakukan tanam padi sawah secara simbolis dalam Gerakan Tanam Padi Sawah Bersama Bupati Manggarai Barat di Kelompok Tani Watu Rampang, Kelurahan Tangge, Kamis 13 Januari 2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi mendorong penyuluh pertanian untuk melakukan inovasi pupuk organik. 

Hal tersebut dilakukan, mengingat subsidi pupuk yang kurang dari pemerintah pusat untuk Kabupaten Manggarai Barat. 

"Saya perlu jelaskan kebijakan makro terkait pupuk, tadi dilaporkan bahwa luas areal fungsional kita yang kalau dibagi kebutuhan pupuk kurang lebih 43.108 ton pupuk. Berapa subsidi yang diberikan pemerintah pusat kepada Kabupaten Mabar, hanya 6.801 ton pupuk," katanya saat memberikan sambutan dalam Gerakan Tanam Padi Sawah Bersama Bupati Manggarai Barat di Kelompok Tani Watu Rampang, Kelurahan Tangge, Kamis 13 Januari 2021.

Bupati yang akrab disapa Edi Endi menjelaskan, defisit subsidi pupuk tersebut merupakan tantangan bagi pemerintah daerah untuk mencari solusi yang tepat.

Baca juga: Bupati Manggarai Barat Imbau Masyarakat Taat Protokol Kesehatan 

"Kepada para penyuluh, teman-teman yang ada di dinas pertanian, mari kita berinovasi karena dengan inovasi bagaimana merubah ketergantungan terhadap pupuk yang dikeluarkan oleh pemerintah dari pabrik. Ini harus tidak ada ketergantungan, didorong agar adanya pupuk organik, pak kadis, dorong para penyuluh supaya menemukan yang namanya inovasi," ungkapnya. 

Bupati Edi Endi menuturkan, jika dinas pertanian dah para penyuluh bisa menemukan inovasi, maka diyakini kekurangan atas kebutuhan pupuk secara keseluruhan lambat laun akan terjawab. 

"Disamping itu kita memikirkan atau menyiapkan beberapa strategi supaya tidak boleh ada kelangkaan, mari kita bangun komunikasi dengan pabrik, yang walaupun bukan subsidi. Sehingga, dikala para petani membutuhkan stok pupuk ternyata habis, tapi selalu tersedia pupuk non subsidi," katanya. (*). 

Baca Berita Manggarai Barat Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved