Breaking News:

Biaya Umrah Terendah Rp 30 Juta, Belum Termasuk Ongkos Karantina

Tak bisa mematok harga tertinggi karena banyak hotel bintang lima di Arab Saudi yang telah beroperasi.

Editor: Alfons Nedabang
REUTERS
Umat Islam tetap menjaga jarak sosial yang aman ketika menjalankan ibadah Umrah di Masjidil Haram pada 1 November 2020. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Ketua Serikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (SAPUHI) Syam Resfiadi mengestimasikan biaya umrah bisa mencapai Rp 55 juta. Penambahan biaya umrah, menurut Syam terjadi karena tambahan dari biaya karantina dan syarat protokol kesehatan lainnya yang wajib dijalani.

"Sehingga harganya lebih mahal sekitar Rp 45-55 juta jika umrah di musim pandemi dengan prokes. Sehingga cukup jauh pertambahannya dari Rp 20 juta jadi Rp 28. Dari Rp 35 juta sekitar tambahan ongkos lain, jadi sekitar Rp 45 juta sampai Rp 55 juta," ungkap Syam kepada Tribun di Jakarta, Kamis 13 Januari 2022.

Meski begitu, Syam mengatakan patokan terendah dari penyelenggara perjalanan umrah sekitar Rp 30 juta. Pada pemberangkatan pertama yang lalu, kata Syam, jemaah dikenakan biaya Rp 32 juta.

Baca juga: Ibadah Umrah Kembali Dibuka, 400 Jemaah Indonesia Diterbangkan ke Arab Saudi

"Kami selaku Travel dan PPIU kepada Jemaah Umrah untuk melakukan prokes ketat. Adanya prokes ketat biaya karantina yang ada, jadi menambah biaya paket umrah hingga kemungkinan harga terendahnya ada 30 juta hingga 40 juta. Kemarin sudah terjadi 32 juta yang berangkat," ungkap Syam.

Meski begitu, Syam mengatakan pihaknya tak bisa mematok harga tertinggi karena banyak hotel bintang lima di Arab Saudi yang telah beroperasi. Syam mengungkapkan biayanya pun cukup mahal.

"Kami persiapkan biaya tambahan untuk jemaah umrah yang berangkat januari ini. Harga atas tidak ada karena di Saudi khusus Jeddah, Mekkah, dan Madinah hotel bintang lima internasional sudah buka dan beroperasi," pungkas Syam.

Baca juga: Pemerintah Berupaya Agar Jamaah Haji dan Umrah Segera ke Baitullah

Seperti diketahui, pemerintah kembali membuka penyelenggaraan ibadah umrah pada 8 Januari 2022 mendatang.

Terpisah, Garuda Indonesia mulai Rabu 12 Januari 2022 kembali melayani jemaah Indonesia yang hendak menjalankan ibadah umrah ke tanah suci. Layanan penerbangan yang dilakukan maskapai pelat merah ini seiring dengan telah dibukanya akses masuk ke Arab Saudi.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan, pada penerbangan perdana umrah di masa adaptasi kebiasaan baru ini, Garuda Indonesia mengangkut sedikitnya 257 jemaah melalui layanan penerbangan langsung menuju Madinah.

Dengan kembali dioperasikannya layanan penerbangan umrah bagi jamaah umrah Indonesia, Garuda Indonesia akan melayani sebanyak 2 kali penerbangan setiap minggunya.

Baca juga: Jokowi Geber Motor Modifikasi, Tinjau Persiapan MotoGP Mandalika

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved