Breaking News:

Sebanyak 164 KK di Liliba Dapat Dana Seroja dari Pemerintah Pusat

Dana itu untuk merehabilitasi dan atau membangun kembali rumah tinggalnya yang diporak-porandakan badai itu, 4 April 2021.

Editor: Sipri Seko
ISTIMEWA
Viktor Makoni, Lurah Liliba, Kota Kupang 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Sebanyak 164 kepala keluarga (KK) di Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo mendapat dana bantuan bencana seroja dari pemerintah pusat. Dana itu untuk merehabilitasi dan atau membangun kembali rumah tinggalnya yang diporak-porandakan badai itu, 4 April 2021.

"Semua pihak harus memaklumi dan menerima hasil verifikasi ini. Mungkin saja tidak puas karena namanya belum keluar dalam pengumuman itu," kata Kepala Bidang II (Kedaruratan dan Penanggulangan Bencana) BPBD Kota Kupang, Rico Umar, di Kupang, Rabu (12/1).

Rico mengatakan hal itu dalam sosialisasi kepada warga penerima bantuan Badai Seroja itu melalui pengurus RT/RW dalam kelurahan berpenduduk hampir mencapai 20.000 orang ini. Dalam sosialisasi yang dimoderatori Lurah Liliba, Viktor Makoni, S.Sos itu, Rico mengatakan, bantuan itu diberikan dalam tiga kategorial ringan, sedang dan berat sesuai tingkat kerusakan rumah warga akibat badai itu.

Ia menyebut kategori kerusakan ringan bantuannya berupa uang sebesar Rp 10 juta, kategori sedang sebesar Rp 25 juta dan kategori berat sebanyak Rp 50 juta.

Rico yang saat itu didampingi Kepala Seksi Rehabilitasi BPBD Kota Kupang, Hendrik Foenale mengatakan, misalnya warga yang telah memperbaiki rumahnya sebelum bantuan ini cair harus dibuktikan dengan kuitansi belanja dari toko bangunan. Termasuk kuitansi biaya tukang dan cara memperoleh uang ini hingga ke tangan warga sasaran yaitu lewat rekening bank yang pencairan dan pembagiannya bisa dalam bentuk kolektif di kantor kelurahan masing-masing.

"Jika kuitansi tidak ada karena lupa mengambilnya saat belanja bahan bangunan di toko, pihak BPBD telah menyiapkan format kuitansinya. Pembayarannya dilakukan lewat rekening penerima bantuan melalui Bank Bersama (BRI KCP) Kuanino. Penerima melakukan pemindahan pembukuan tanpa saldo awal," katanya.

Viktor Makoni mengatakan, Pemerintah Kota Kupang pada akhir Desember 2021, mengumumkan bahwa dana bantuan untuk korban badai seroja dari pemerintah pusat sudah cair mencapai Rp 150.985.000.000. Menurutnya, dana bantuan ini berasal dari pemerintah pusat untuk 15.190 rumah yang telah terdata. Namun, dari jumlah itu, masih ada 100 lebih yang datanya belum lengkap sehingga harus dibenahi.

"Bantuan rehabilitasi rumah yang menjadi korban badai seroja merupakan kewenangan pemerintah pusat, bukan kewenangan Pemkot Kupang, apalagi pihak Kelurahan Liliba. Pihak Kelurahan Liliba ketika itu, hanya menangani tanggap darurat bencana, yakni bantuan sembako, tenda dan bantuan seng got dari Bank NTT sebanyak 800-an lembar serta kebutuhan darurat lainnya, dan melakukan pendataan serta verifikasi jumlah rumah yang rusak," kata Lurah Makoni.

Pihak Pemerintah Kota dan jajarannya telah berjuang agar warga Kota Kupang yang menjadi korban Badai Seroja bisa dapat bantuan lewat pendataan nama-nama, dan sudah masukkan nama-nama dan dikirim ke pusat, namun realitanya banyak nama-nama yang dikirim sebagian besar belum terakomodir Pemerintah Pusat, sehingga diharapkan tahap verifikasi selanjutnya agar bisa diakomodir.

Ia meminta warga yang saat ini namanya tercatat sebagai penerima agar bersabar karena proses administrasi sedang berjalan. Untuk maksud tersebut, para RT/RW segera membantu warga melengkapi dan memasukan syarat administrasi seperti yang dijelaskan pihak BPBD Kota KUpang, dalam sosialisasi ini. *

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved