Breaking News:

Pembunuhan Ibu dan Anak

Kasus Penkase, Irjen Pol Setyo Budiyanto Minta Masyarakat Beri Penghargaan untuk Polda NTT

Menurut Irjen Setyo, terlepas dari kenyataan jika tersangka menyerahkan diri, pihaknya mengklaim jika proses penyelidikan sebelumnya telah dilakukan

Penulis: Eflin Rote | Editor: Eflin Rote
YOUTUBE TURANGGA PODCAST
Kapolda NTT Irjen Pol Setyo Budiyanto di Podcas Turangga 

POS-KUPANG.COM - Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Kapolda NTT), Irjen Pol Setyo Budiyanto meminta masyarakat untuk memberikan penghargaan kepada pihaknya yang telah menangani kasus pembunuhan ibu dan anak.

Menurut Irjen Setyo, terlepas dari kenyataan jika tersangka menyerahkan diri, pihaknya mengklaim jika proses penyelidikan sebelumnya telah dilakukan secara maksimal.

"Saya berharap masyarakat juga yang pertama bisa memberikan penghargaan kepada Polda NTT yang sudah bisa menangani kemudian bisa melakukan proses penanganan terhadap tersangka. Terlepas kemudian ada penyerahan diri dari tersangka, tapi sebenarnya proses sebelumnya itu sudah mulai dilakukan upaya pencarian, mungkin masalah waktu saja sehingga terjadi pennyerahan diri," ujar Setyo dikutip dari kanal Youtube Turangga Podcast, Rabu 12 Januari 2022.

Baca juga: Kapolda NTT Irjen Setyo Budiyanto Sikapi Kasus Astri Lael, Anggap Beda Pendapat Hal Wajar

Sebagai Kapolda NTT yang baru beberapa minggu bertugas di NTT, Setyo mengungkapkan jika ia telah meminta gelar perkara dari para penyidik yang dihadiri Pejabat Utama Polda NTT. Menurutnya, ia ingin melihat konstruksi perkara tersebut seperti apa.

"Saya sudah melihat beberapa komentar, ada yang di sosmed, bahkan ada surat yang disampaikan kepada saya. Semuanya menjadi bagian masukan bagi saya, tapi saya juga melihat konstruksi perkara sebenarnya seperti apa sih. Kemudian saya coba membandingkan antara informasi yang berkembang dengan apa yang sudah didapatkan oleh penyidik.

Meskipun ada masyarakat yang sudah percaya, ia tidak menampik jika masih ada kelompok masyarakat yang masih ragu. Setyo kemudian menganggap jika proses penyidikan yang dilakukan pihak Polda NTT dan Polres Kupang Kota telah memanfaatkan criminal scientific investigation (penyidikan berbasis ilmiah).

Baca juga: Pemeriksaan Lie Detector Randi Badjideh dan Istri, Begini Respon Pengacara Keluarga Astri Lael

"Itu artinya disitu ada melibatkan forensik, ahli digital dan sebagainnya. Terlelpas dari apa yang kami lakukan itu mendapat respon dan ditanggapi sebagai sesuatu hal yang 'oh ini kurang' dan 'itu lemah' dan sebagainya, tidak masalah. Everything its ok, saya anggap itu sebagai dinamika dalam proses penegakan hukum akan selalu seperti itu," jelasnya.

Setyo pun berharap kepada semua pihak agar bisa nothing to lose. Karena menurutnya tidak ada sebuah kepentingan, konflik interest sehingga penyelidikan ini murni disampaikan adalah kondisi yang sebenarnya. "Memang tidak ada sesuatu kepentingan, tidak ada konflik interestnya sehingga ini murni yang disampaikan adalah kondisi keadaan sebenarnya. Tapi sekali lagi, kondisi seperti itu scientific dan semuanya sudah kita lakukan. Mungkin akan tiba masanya, Kabid Humas Polda NTT akan menjelaskan secara detail proses penyidikan yang telah dilakukan itu apa saja," tambahnya.

Kasus pembunuhan ibu dan anak dengan korban Astri Manafe (30) dan Lael (1) menjadi perhatian publik lantaran korban dibunuh secara sadis.

Baca juga: Pemeriksaan Saksi, Pengacara Korban Astri dan Lael Bilang Itu Penyempurnaan Tuntutan

Mayat keduanya dibuang di proyek saluran pipa air di Penkase, Oelata, Kecamatan Alak, Kota Kupang dan ditemukan akhir Oktober 2021 lalu.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved