Breaking News:

Pembunuhan Ibu dan Anak

Aksi Damai Jilid IV Aliansi Peduli Kemanusiaan, Keluarga Astri dan Lael Sakit Hati 

Aksi Damai Jilid IV Aliansi Peduli Kemanusiaan, Keluarga Astri Manafe dan Lael Maccabee Sakit Hati 

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/OBY LEWANMERU
Keluarga korban pembunuhan Astri dan Lael Maccabee sedang berorasi di depan gedung Polda NTT, Senin 10 Januari 2022 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Keluarga korban kasus pembunuhan Astri Manafe dan Lael Maccabee merasa sakit hati karena pihaknya selalu mendapat informasi yang simpang siur dari pihak kepolisian atas  kasus tersebut.

Hal ini disampaikan Daud Lian, salah satu keluarga almarhumah Astrid dan Almarhum Lael Maccabee saat hadir dalam aksi damai Jilid IV Aliansi Peduli Kemanusiaan di depan Polda NTT, Senin 10 Januari 2022.

Saat diberi kesempatan oleh Koordinator Umum Aksi, Christo Kolimo, Daud mengatakan, sampai saat ini keluarga masih sakit hati.

"Kami sudah sakit hati dengan kejadian anak kami. Lebih sakit lagi kami dibohong-bohongi. Hari kata lain, besok kata lain, lisa kata lain. Itu yang membuat kami sakit hati," kata Daud.

Baca juga: Kasus Pembunuhan Astri dan Lael, Aliansi Bakar Peti Mati, Polisi Berupaya Padamkan

Dari kondisi tersebut, lanjut Daud, dirinya bertanya apakah Polda NTT menginginkan agar ada kasus Astri dan Lael yang lain lagi.

"Tolong jawab itu. Kalau ini tidak dituntaskan secara terang benderang, kemungkinan besar , maka kasus -kasus yang akan datang lebih jahat lagi, karena mereka berpikir bahwa bunuh juga, nanti dirangkul, mana mama bunuh anak,lalu mama dibunuh oleh selingkuhannya, sama seperti film Korea. Itu tidak masuk di akal," katanya.

Dikatakan, keluarga meyakini bahwa Randi bukan pembunuhnya. Sesuai dengan hubungan Randi dengan anak mereka yang menjadi korban beberapa waktu terakhirnya, maka pihaknya tahu siapa dibalik semuanya itu.

"Bukan kami tidak bisa buat sesuatu, hanya karena kami taat pada aturan, makanya kami serahkan kepada kepolisian RI dalam hal ini Polda NTT. Namun, apabila tidak bisa maka kami akan berupaya untuk bertemu bapak Kapolri dan bapak Presiden," katanya.

Baca juga: Kasus Pembunuhan Astri dan Lael, Aliansi Bakar Peti Jenazah di Depan Mapolda NTT

Sementara itu Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol. Rishian Krisna yang dikonfirmasi mengatakan, sejak Jumat 7 Januari 2022 lalu sampai saat ini,  penyidik melakukan pemeriksaan forensik Lie Detector terhadap RB selaku tersangka dan tiga orang saksi.

"Selamat sore rekan-rekan, bahwa sejak hari  Jumat 7 Januari, Sabtu 8 Januari dan Senin  10 Januari telah dilakukan Pemeriksaan Forensik Lie Detector terhadap tersangka dan 3 orang saksi," jawab Krisna melalui pesan WhatsApp.

Menurut Krisna, sesuai rencana pemeriksaan akan dilanjutkan pada Selasa 11 Januari 2022.

"Rencana besok dilanjutkan pemeriksaan forensik Lie Detector terhadap dua orang saksi lainnya," kata Krisna.
Untuk diketahui, pada Senin 10 Januari 2022, Aliansi Peduli Kemanusiaan kembali menggelar aksi damai Jilid IV. Dalam aksi ini, aliansi membawa dia peti mati ke Kantor Gubernur NTT, DPRD NTT dan jiga ke Polda NTT.(*)

Berita Lain Pembunuhan Ibu dan Anak

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved