Berita Artis

Wali Kota Bekasi Terjaring OTT KPK, Begini Respon Ridwan Kamil, Sahroni Hingga Vicky Prasetyo

Awal tahun 2022 merupakan tahun yang memprihatinkan bagi Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi. Para pejabat hingga kalangan artis pun ikut bersuara.

Editor: Yeni Rahmawati
tribunnews.com
TAHANAN - Tersangka Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi atau Pepen dengan mengenakan rompi tahanan KPK meninggalkan Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, (6/1/2022). 

 POS-KUPANG.COM - Publik kembali dihebohkan dengan Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantas Korupsi pada Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi.

Penangkapan  ini tentu membuat kaget banyak pihak.

Mulai dari pejabat hingga artis, seperti Vicky Prasetyo.

Vicky Prasetyo mengaku punya kedekatan emosional dengan Rahmat Effendi.

Baca juga: Baru Saja Rayakan HUT Pernikahan, Kalina Ocktarany Minggat, Istri Vicky Prasetyo Bakal Gugat Cerai?

Bahkan ia beberapa kali pernah bertemu dengan Wali Kota Bekasi tersebut.

Ia pun berharap dengan penangkapan ini, khususnya Warga Kota Bekasi tidak menghakimi atau menyudutkan Rahmat Effendi.

Penangkapan ini pun juga membuat di kalangan pejabat.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil turut prihatin dengan OTT KPK ini. 

Baca juga: Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi Ditangkap, Ada Permintaan Khusus Vicky Prasetyo pada Warga Bekasi

Dilansir dari Tribunnews.com, mengawali tahun 2022, Wali Kota Bekasi, Jawa Barat, Rahmat Effendi atau Pepen, jadi kepala daerah pertama yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

Wali Kota Bekasi ditetapkan sebagai tersangka bersama delapan pihak lainnya.

Menurut Ketua KPK, Firli Bahuri, penetapan sembilan tersangka ini bermula dari kegiatan OTT pada Rabu (5/1/2022) dan Kamis (6/1/2022).

"KPK berkesimpulan, terdapat sembilan tersangka dalam perkara tangkap tangan dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah yang dilakukan oleh penyelenggara negara,” katanya dalam konferensi pers, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis.

Baca juga: Vicky Prasetyo Kaget KPK Tangkap Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi : Punya Kedekatan Emosional

Adapun, sebagai pemberi terdapat empat orang, yaitu AA, LBM, SY, dan MS, sedangkan penerima ada lima orang, yakni RE, MB, MY, WY, dan JL,” imbuhnya.

Diketahui, sembilan tersangka yang ditetapkan oleh KPK, yakni Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi (RE), Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP M. Bunyamin (MB), Lurah Kati Sari Mulyadi (MY) alias Bayong, Camat Jatisampurna Wahyudin (WY), dan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Bekasi Jumhana Lutfi (JL).

Kemudian, Direktur PT MAM Energindo Ali Amril (AA), Lai Bui Min (LBM) alias Anen selaku swasta, Direktur PT Kota Bintang Rayatri (KBR) dan PT Hanaveri Sentosa (HS) Suryadi (SY), dan Camat Rawalumbu Makhfud Saifudin (MS).

Berdasarkan hasil OTT KPK, total barang bukti uang sebanyak Rp 5,7 miliar diamankan.

Baca juga: Usai Cerai, Begini Nasib Janda Vicky Prasetyo, Terlihat Jelas Tubuhnya Makin Kurus & Kerja Mandiri

Bukti uang yang disita dalam bentuk uang tunai dan buku tabungan.

OTT terhadap Rahmat Effendi ini mendapat respons dari banyak pihak baik dari Ketua KPK sendiri, Gubernur Jabar, anggota DPR hingga artis.

Ridwan Kamil Prihatin

Melihat ditangkapnya Rahmat Effendi, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil turut bersuara.

Baca juga: Kalina Ocktaranny Ngamuk, Vicky Prasetyo Kepergok Goda Tubuh Pedangdut Seksi : Kayak Lobster Ciawi

Pria yang biasa disapa Kang Emil itu mengaku prihatin atas penangkapan Rahmat Effendi.

"Saya turut prihatin yah, atas berita terkait Wali Kota Bekasi oleh KPK."

"Kami sedang telusuri, berita selengkapnya," ujarnya saat ditemui awak media, Kamis (6/1/2022), dikutip dari Tribun Jabar.

Emil menyebut dirinya belum memahami secara jelas situasi hukum yang membelit Rahmat Effendi.

Baca juga: Kisruh Rumah Tangga Vicky Prasetyo & Kalina Terungkap, Nama Celine Evangelista Ikut Terseret

Meskipun begitu, dia tetap memastikan pelayanan publik tetap berjalan seperti biasanya.

"Kami akan memastikan pelayanan publik di Kota Bekasi tidak terganggu."

"Wakil wali kotanya juga sudah kami kontak untuk memastikan pelayanan," jelasnya.

Buntut dari kasus Rahmat Effendi itu, Emil meminta kepala daerah lain untuk tetap menjaga integritas dan berlaku profesional dalam memimpin daerah.

Baca juga: Menyentuh Hati Penuh Cinta, Istri Vicky Prasetyo,Kalina Beberkan Isi Chat Dirinya dan Azka Corbuzier

"Jadi, pintu pertama yang dibuka pada saat memimpin adalah pintu integritas."

"Dan itu harus dijaga baik-baik. Saya kira itu," ucap dia.

"Mudah-mudahan semua mengambil hikmah."

"Siapa pun itu, pemimpin, PNS, fokus kepada pekerjaan, ingat niat tidak untuk melakukan hal-hal yang melanggar etika, melanggar hukum," tutur Emil.

Baca juga: Belum Setahun Menikah,Kalina Ocktaranny Berkali-kali Minta Cerai, Vicky Prasetyo Ungkapkan Alasannya

Sahroni Apresiasi OTT Terhadap Wali Kota Bekasi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) kepada Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi.

Penangkapan ini berkaitan dengan kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta jual beli jabatan.

Dalam operasi tersebut, KPK turut mengamankan sejumlah uang.

Baca juga: Kalina Ocktaranny Minta Cerai, Vicky Prasetyo Akhirnya Buka Suara Soal Kisruh Rumah Tangganya

Berkaitan dengan hal itu, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Fraksi Partai NasDem Ahmad Sahroni menyampaikan apresiasinya.

Menurutnya, OTT ini menunjukkan bahwa KPK tetap bisa tajam dalam melakukan penangkapan, dan tidak seperti yang ditakutkan berbagai pihak selama ini.

"Beberapa waktu belakangan, kita dengar banyak sekali keraguan-keraguan terhadap kinerja KPK karena berbagai isu yang tengah dihadapinya. Namun penangkapan ini menunjukkan bahwa berbagai kekhawatiran itu tidak terbukti, dan KPK tetap tajam dalam melakukan penangkapan. Mereka menjawab keraguan dengan prestasi," kata Sahroni kepada wartawan, Kamis (6/1/2022).

Lebih lanjut, Crazy Rich Tanjung Priok itu menyebut bahwa penangkapan ini juga membuktikan kualitas kerja KPK yang baru, di mana mereka bekerja sangat hati-hati dan dalam senyap.

Baca juga: Vicky Prasetyo & Kalina Ocktaranny Bak Saling Sindir, Berbagi Momen dengan Anak Kandung

"Inilah KPK yang sekarang. Meski banyak yang meragukan, namun lembaga itu tetap berkomitmen dalam memberantas korupsi, dan hal ini dibuktikan melalui kerja nyatanya. Tidak perlu gaduh, cukup dalam senyap, yang penting duit rakyat terselamatkan," pungkasnya

Vicky Prasetyo Kaget Wali Kota Bekasi Ditangkap KPK

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Penangkapan Rahmat Effendi oleh lembaga anti rasuah itu, mengejutkan warga Bekasi, Jawa Barat.

Baca juga: Kalina Keluar dari Rumah Vicky Prasetyo, Sang Presenter Singgung Soal Anak yang tak Sedarah

Sebab, sosok kepala daerah tersebut dianggap banyak memiliki prestasi yang membanggakan.

Terlebih Rahmat Effendi dianggap sebagai Kepala Daerah yang berhasil membangun Kota Bekasi selama kepemimpinannya.

Presenter Vicky Prasetyo mengaku sangat kaget ketika mendapat kabar Rahmat Effendi, Wali Kota Bekasi ditangkap KPK.

"Kalau memang benar terjadi, pastilah kaget," kata Vicky Prasetyo ketika dihubungi Wartakotalive lewat sambungan telepon, Kamis (6/1/2022).

Baca juga: Bius Jutaan Mata, Inilah Penampilan Berbeda Mantan Kekasih Vicky Prasetyo, Zaskia Gotik : Ulala

Vicky mengungkapkan dirinya beberapa kali bertemu dengan Rahmat Effendi.

Sebab, ia juga tinggal di Kota Bekasi sehingga cukup sering bertemu dengan sang Wali Kota.

"Pertama, saya sebagai warga Bekasi khsusunya dan saya punya kedekatan emosional dengan Wali Kota Bekasi dengan baik seperti abang sendiri," ucapnya.

Bahkan, beberapa waktu lalu, suami Kalina Oktarani itu pernah bertemu dengan Rahmat Effendi dan nongkrong bareng dengannya.

Baca juga: Istri Vicky Prasetyo Ambil Bagian Jadi Relawan Bencana Erupsi Gunung Semeru, Bagikan Kisah Pilu Ini

"Aku pribadi pernah ketemu terakhir makan nasi goreng bareng sama bang Rahmat Efendi. Kami berbincang banyak saat itu," jelasnya.

Namun, Vicky Prasetyo tak mau banyak bicara soal penangkapan Rahmat Effendi.

"Karena KPK belum melakukan rilis terbuka ya. Jadi tunggu aja dulu dan biarkan proses penyidikan ini berlangsung," ujar Vicky Prasetyo.

Ketua KPK: Ini Catatan Buruk di Tengah Upaya Pemberantasan Korupsi

Baca juga: Vicky Prasetyo Hadihkan Password HPnya ke Kalina Ocktaranny, Gembira Pernikahannya Awet Setahun

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (1/5/2022).

Ketua KPK Firli Bahuri menyebut bahwa peristiwan itu menjadi catatan buruk di tengah upaya pemberantasan korupsi.

Hal itu disampaikan Firli saat berpidato dalam acara 'Deklarasi Janji Kinerja 2022' yang digelar Kementerian Hukum dan HAM.

"Kemarin kita melakukan tangkap tangan salah satu kepala daerah, yaitu Wali Kota Bekasi. Ini adalah catatan buruk terkait dengan upaya-upaya kita untuk pemberantasan korupsi karena msih ada yang terlibat praktik-praktik korupsi," kata Firli di Kantor Kemenkumham, Jakarta, Kamis (6/1/2022).

Firli menegaskan, di era keterbukaan saat ini, seharusnya tak ada lagi perilaku koruptif yang dilakukan para pejabat negara.

Dia mengingatkan bahwa di alam demokrasi saat ini pentingnya aspek akuntabel dan transparansi dalam penyelenggaraan negara.

"Tentulah itu mimpi buruk bagi Para koruptor karena tidak boleh adalagi Korupsi yang terjadi era keterbukaan dan reformasi serta demokrasi yang kita kembangkan sampai saat ini," pungkas Firli. 

Berita Vicky Prasetyo lainnya

 Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Respons Ridwan Kamil, Crazy Rich Tanjung Priok dan Vicky Prasetyo Soal OTT Wali Kota Bekasi

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved